Antisipasi El Nino, DTPHP Sidrap Percepat Pola Tanam dan Genjot Listrik Masuk Sawah

Antisipasi El Nino, DTPHP Sidrap Percepat Pola Tanam dan Genjot Listrik Masuk Sawah

SIDRAP, UPEKS.co.id– Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus melakukan berbagai langkah antisipatif menghadapi potensi dampak El Nino yang dapat mengganggu produktivitas pertanian.

Selain mempercepat pola tanam, pemerintah daerah juga mengoptimalkan pemanfaatan listrik masuk sawah melalui program Electrifying Agriculture PLN untuk mendukung kebutuhan irigasi pertanian.

Bacaan Lainnya

Demikian disampaikan, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana DTPHP Sidrap, Anju Saleh saat di temui di Duampanua, Senin, (8/6/2025).

“Percepatan masa tanam menjadi salah satu strategi utama yang diterapkan agar tanaman dapat dipanen sebelum memasuki puncak musim kemarau,” tutur Anju.

Kata dia, petani telah diberikan edukasi dan pendampingan untuk menyesuaikan jadwal tanam dengan kondisi iklim yang berkembang.

Hasilnya, banyak petani yang melakukan penanaman lebih awal dibanding pola tanam normal.

“Biasanya petani mulai menanam pada Juni, namun sekarang sebagian sudah menanam sejak akhir April hingga awal Mei. Dengan begitu, tanaman dapat memanfaatkan ketersediaan air yang masih cukup dan mengurangi risiko terdampak kekeringan,” pungkas Anju.

Anju menjelaskan, saat ini banyak tanaman padi yang telah berumur sekitar 75 hari dan sebagian sudah memasuki masa panen. Langkah percepatan tanam tersebut dinilai efektif dalam menjaga produktivitas pertanian di tengah ancaman El Nino.

Selain percepatan tanam, tambah dia, DTPHP Sidrap juga memaksimalkan dukungan program listrik masuk sawah untuk menunjang operasional pompa air di sejumlah sentra pertanian.

Ketersediaan listrik, sambung dia, menjadi faktor penting dalam menjaga pasokan air ke lahan pertanian saat curah hujan mulai berkurang.

“Dengan adanya jaringan listrik yang telah masuk ke wilayah pertanian, petani lebih mudah mengoperasikan pompa air sehingga distribusi air ke lahan tetap terjaga. Ini menjadi salah satu upaya penting dalam menghadapi potensi dampak El Nino,” jelasnya.

Anju menambahkan, kombinasi percepatan pola tanam, pemanfaatan infrastruktur kelistrikan, serta edukasi berkelanjutan kepada petani menjadi strategi yang efektif untuk menjaga ketahanan pangan daerah.

“Melalui langkah tersebut, kami target produksi padi tetap dapat tercapai meski menghadapi tantangan perubahan iklim dan ancaman musim kering yang lebih panjang akibat fenomena El Nino,” ujar dia.

Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Parepare, Muh Akbar mengatakan pihaknya optimistis dalam menyiapkan kelistrikan termasuk infrastruktur dalam mendukung sektor pertanian.

Khusunya kata dia, lewat program listrik masuk sawah bekerjasama pemerintah Sidrap tentunya.

“Kita tetap mengawal pertanian lewat program Electrifying Agriculture yang mulai akrab bagi petani Sidrap, apalagi dukungan ini untuk mewujudkan swasembada pangan pastinya,” tutup dia. (Mimi)

Pos terkait