MAKASSAR, UPEKS— Anggota DPRD Kota Makassar, Irwan Djafar menggelar Reses Ketiga Masa Persidangan Ketiga Tahun Sidang 2025/2026 di Jalan Ballaparang I Nomor 20, Kelurahan Ballaparang, Selasa (19/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi warga untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan persoalan yang dihadapi di lingkungan mereka.
Dalam sambutannya, Irwan Djafar menegaskan pentingnya reses sebagai sarana penyerapan aspirasi masyarakat secara langsung. Menurutnya, forum reses menjadi kesempatan bagi warga untuk menyampaikan kebutuhan maupun keluhan yang nantinya akan diperjuangkan di DPRD.
Pada kesempatan itu, Irwan juga menyinggung pentingnya masyarakat mengurus program beasiswa pendidikan bagi anak-anak mereka. Ia menyebut pemerintah telah menyediakan sejumlah bantuan pendidikan yang bisa dimanfaatkan warga.
“Beasiswa lumayan kalau masuk PIP, ada KIP, diurus maki itu. Kalau seragam kan ditanggung pemerintah melalui program seragam sekolah gratis,” ujarnya di hadapan warga.
Dalam sesi tanya jawab, sejumlah warga menyampaikan berbagai persoalan. Salah satunya terkait pengurusan ijazah yang disebut masih ada pungutan biaya dengan nominal yang bervariasi.
Menanggapi hal tersebut, Irwan menegaskan bahwa pengurusan ijazah seharusnya tidak dipungut biaya.
“Setahu saya tidak berbayar soal ijazah, semua paket ijazah,” katanya.
Selain itu, warga juga menyoroti maraknya aksi geng motor dan kekhawatiran orang tua terhadap pergaulan remaja. Menjawab aspirasi tersebut, Irwan menilai pengawasan keluarga menjadi langkah penting untuk mencegah anak-anak terlibat dalam pergaulan negatif.
“Kalau sebenarnya geng motor itu pergaulan. Mulai dari awal anak ta biasakan jangan terlalu lama di luar. Kalau malam anak-anak ta jangan dibiarkan keluar karena di situ mulai benih-benih itu tumbuh dan harus tahu sama siapa anak bergaul,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan orang tua terhadap aktivitas anak di malam hari.
“Dan paling penting kalau malam tidak boleh diam, harus cari ke mana pergi anak ta. Apalagi sekarang sudah ada perintah polisi tembak di tempat,” tambahnya.
Dalam dialog bersama warga, persoalan penerimaan peserta didik baru melalui sistem zonasi juga ikut dibahas. Warga mempertanyakan jalur zonasi sekolah untuk wilayah Ballaparang yang dinilai cukup sulit diakses.
Menanggapi hal itu, Irwan menjelaskan bahwa dalam sistem penerimaan siswa terdapat beberapa jalur yang dapat dimanfaatkan masyarakat. “Ada tiga, prestasi, afirmasi, zonasi,” tutupnya. (jir)

