MAKASSAR, UPEKS.co.id – Keluarga relawan kemanusiaan asal Makassar yang disebut ditahan tentara Israel, meminta pemerintah segera mengambil langkah penyelamatan.
Sutrawati Kaharuddin ibu dari Andi Angga Prasadewa relawan yang tergabung dalam misi kemanusiaan untuk Gaza, mengaku terakhir kali berkomunikasi dengan anaknya melalui pesan WhatsApp sebelum kabar penahanan diterima.
Menurutnya, informasi mengenai penahanan diperoleh dari media sosial dan pihak Rumah Zakat, tempat Angga bekerja sebagai relawan kemanusiaan.
“Anak saya delegasi Indonesia yang dikirim oleh Rumah Zakat untuk membawa misi kemanusiaan,” ujar Sutrawati saat ditemui di kediamannya di Jl Yusuf Dg Ngawing, Makassar, Selasa (19/5/2026).
Ibu dari dua orang anak ini menjelaskan, Angga yang merupakan anak pertamanya berangkat menuju lokasi misi sejak bulan lalu. Namun sebelum diberangkatkan, para relawan terlebih dahulu mengikuti pelatihan.
“Berangkat bulan kemarin (April), tapi mereka lama karena harus ikut pelatihan dulu sebelum bisa turun berlayar,” katanya.
Sutrawati mengaku, keluarga juga mendapat informasi bahwa rombongan berangkat dari Turki sebelum akhirnya dikabarkan ditahan oleh tentara Israel.
Sang ibu mengaku mulai khawatir setelah komunikasi dengan anaknya terputus. Ia sempat menghubungi Angga melalui WhatsApp dan hanya mendapat satu balasan singkat.
“Saya cuma bilang hati-hati, istighfar terus dalam perjalanan. Balasan terakhir dari Angga jawaban singkat, “Iyee”, ucap Sutrawati.
Setelah itu lanjut Sutrawati, komunikasi terputus. Sang ibu mengaku hanya bisa berdoa agar anaknya diberikan keselamatan.
“Langsung saya bilang, Ya Allah lindungi anakku, jaga anakku terus ya Rabb,” katanya dengan suara bergetar.
Diketahui, Angga bekerja di Rumah Zakat Bandung yang merupakan kantor pusat lembaga tersebut. Ia juga telah lama aktif dalam kegiatan kerelawanan dan kemanusiaan.
Kepada pemerintah, khususnya Presiden RI Prabowo Subianto, keluarga berharap ada langkah cepat untuk menyelamatkan Angga dan relawan lainnya.
“Saya minta tolong kepada bapak presiden untuk menyelamatkan anak saya. Anak saya bukan teroris, bukan membawa senjata,” ujarnya.
Menurutnya, Angga dan tim hanya membawa bantuan kemanusiaan berupa makanan dan obat-obatan untuk warga Gaza.
“Anak saya hanya membawa bantuan kemanusiaan berupa makanan dan obat-obatan. Jadi saya mohon sekali bapak presiden selamatkan anak saya,” harapnya.
Angga diketahui merupakan anak pertama di keluarganya, berusia 32 tahun dan belum berkeluarga. Angga merupakan mahasiswa alumni Fakultas Teknik Sipil Universitas Cendrawasih, Jaya Pura, Papua.
Tentara Israel menculik lima Warga Negara Indonesia yang tergabung dalam rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla di perairan internasional sekitar Siprus, pada Senin (18/5/2026).
Aksi penangkapan oleh angkatan laut Israel tersebut, menyasar empat jurnalis dan satu aktivis kemanusiaan yang berlayar menggunakan tiga kapal berbeda menuju Jalur Gaza, sebagaimana dilansir dari Nasional.
Satu aktivis dari Rumah Zakat yang ditangkap di atas kapal Josef, yakni Andi Angga Prasadewa yang berasal dari Makassar.(Jay)




