GOWA, UPEKS–Derap prestasi kembali digaungkan MAN Insan Cendekia Gowa pada momentum pengumuman hasil SNBT 2026 yang berlangsung Senin, 25 Mei 2026 pukul 16.00 WITA melalui portal resmi SNPMB. Dalam momentum tersebut, MAN IC Gowa kembali memperlihatkan supremasi akademiknya dengan capaian luar biasa pada berbagai jalur seleksi perguruan tinggi nasional maupun internasional.
Secara kumulatif, sebanyak 87.5 persen siswa Angkatan VI Arzata Class berhasil menembus Perguruan Tinggi Negeri melalui berbagai jalur seleksi, mulai dari SNBT, SNBP, hingga SPAN-PTKIN. Capaian tersebut menjadi indikator kuat bahwa kultur akademik MAN IC Gowa terus bertumbuh secara progresif dan berkelanjutan. Tidak hanya itu, beberapa siswa juga telah mengantongi Letter of Acceptance (LoA) dari sejumlah perguruan tinggi luar negeri, menandai semakin terbukanya jejaring global bagi lulusan madrasah.
Capaian itu mempertegas konsistensi MAN IC Gowa sebagai episentrum lahirnya generasi akademik berdaya saing nasional dan global. Tradisi menembus kampus-kampus prestisius seakan menjadi “hobi tahunan” yang terus direpetisi dengan kualitas yang semakin progresif dari tahun ke tahun.
Pada jalur SNBT 2026, siswa-siswi Angkatan VI MAN Insan Cendekia Gowa berhasil menembus berbagai program studi unggulan di sejumlah Perguruan Tinggi Negeri ternama di Indonesia. Ahmad Dzaky Mudatsir diterima pada Program Studi Kedokteran Universitas Negeri Makassar, sementara Annisa Nurqalbi berhasil lolos pada Program Studi Psikologi di universitas yang sama. Azeeza Alya Ramizah A. dan Uways Al Qarni sama-sama mencatatkan capaian prestisius dengan diterima di Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Hasanuddin.
Pada rumpun kesehatan lainnya, Maulana A. Dafid berhasil masuk Program Studi Kedokteran Universitas Sulawesi Barat, Muhammad Zahran Ar-Rasyid diterima di Kedokteran Gigi Universitas Lambung Mangkurat, Syifa Nurrezky Syam lolos pada Program Studi Fisioterapi Universitas Hasanuddin, sedangkan Zahra Fatin diterima di Program Studi Ilmu Gizi Universitas Hasanuddin. A. Luthfiyyah Dg Karamah turut memperkuat dominasi MAN IC Gowa pada bidang kesehatan dengan keberhasilannya menembus Program Studi Keperawatan Universitas Hasanuddin.
Capaian pada bidang sosial humaniora dan ekonomi juga tidak kalah menonjol. Reski Tammar diterima pada Program Studi Psikologi Universitas Hasanuddin, Fadya Dwi Mulia lolos di Program Studi Manajemen Universitas Hasanuddin, sementara Farruq Isra Bayu berhasil masuk Program Studi Ekonomi Sumber Daya Alam Institut Pertanian Bogor. Di bidang teknologi informasi, Uswah Raudhah Nurmaulidah dan Nashita Avni Putri sama-sama diterima di Program Studi Sistem Informasi Universitas Hasanuddin, disusul Salwa Salsabila yang juga berhasil lolos pada program studi yang sama.
Pada rumpun saintek dan rekayasa, Faturrahman Syarif mencuri perhatian lewat keberhasilannya menembus Program Studi Rekayasa Kecerdasan Artifisial Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), sebuah program studi futuristik yang kini menjadi primadona generasi digital. Rizka Aisyah Maulani Azuz diterima di Teknik Lingkungan Universitas Hasanuddin, Mufli Huwaidi lolos pada Teknik Sipil Universitas Hasanuddin, Muhammad Faisal Muntasir berhasil diterima di Program Studi Sains Data UPN Veteran Jawa Timur, sementara Muh. Ridho turut mengukir capaian membanggakan dengan diterima pada Program Studi Teknik Metalurgi Ekstraksi Universitas Hasanuddin.
Prestasi lainnya turut ditorehkan Azzaky Silahdar Ilyasin yang diterima pada Program Studi Teknik Perikanan Universitas Brawijaya, Fitrah Al Falah Mulya Utama pada Teknik Elektro Universitas Brawijaya, serta Izza Zilmiradhi Syamsul yang berhasil lolos di Program Studi Psikologi UIN Sunan Kalijaga. Deretan capaian tersebut semakin mempertegas konsistensi MAN IC Gowa sebagai madrasah unggulan yang mampu melahirkan generasi kompetitif, multidisipliner, dan adaptif terhadap kebutuhan zaman.
Sebelumnya, pada jalur SNBP 2026, MAN IC Gowa juga telah lebih dahulu menorehkan capaian membanggakan melalui keberhasilan Idlal Tsaqib Tenriawan menembus Institut Teknologi Bandung (ITB), Ufairah Farah Malilah diterima di Universitas Brawijaya, Keisha Ameili Zhafira Syahruddin lolos di Universitas Indonesia, Muhammad Muhyi Mubarak diterima di Universitas Hasanuddin, Ahmad Tharif berhasil masuk Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Puan Agniyah Rahmah diterima di Universitas Indonesia, Afwan Rizky Gazali lolos di ITS, A. Muh. Alif Asir diterima di Universitas Hasanuddin, serta Naurah Khalisa Salsabillah yang juga berhasil menembus Universitas Hasanuddin.
Sementara itu, pada jalur SPAN-PTKIN, Alif Dzaky Al Irsyaq berhasil diterima pada Program Studi Manajemen Dakwah UIN Alauddin Makassar. Capaian lintas jalur tersebut menunjukkan bahwa kualitas lulusan MAN IC Gowa tidak hanya kompetitif pada rumpun saintek, tetapi juga unggul dalam bidang sosial, keislaman, dan kepemimpinan masyarakat.
Tidak hanya Angkatan VI Arzata Class, sejumlah alumni MAN IC Gowa yang kembali mengikuti ikhtiar SNBT 2026 juga berhasil menembus PTN ternama. Hal tersebut menjadi indikator bahwa kultur akademik di MAN IC Gowa tidak berhenti pada momentum kelulusan sekolah, melainkan terus bertumbuh sebagai etos belajar jangka panjang.
Kepala MAN Insan Cendekia Gowa, Dr. Burhanuddin, menyampaikan rasa syukur atas capaian para siswa serta apresiasi kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan yang terus membersamai proses akademik peserta didik dengan dedikasi dan keikhlasan.
“Alhamdulillah, capaian ini adalah buah dari ikhtiar kolektif yang dirawat dengan disiplin, doa, dan kesungguhan. Kami mengucapkan selamat kepada seluruh siswa Angkatan VI Arzata Class yang berhasil menembus PTN impian. Di balik nama-nama yang hari ini diumumkan, ada ketekunan panjang, ada air mata perjuangan, dan ada guru-guru yang membimbing dengan penuh ketulusan. Semoga capaian ini menjadi pijakan awal untuk menghadirkan kemanfaatan yang lebih luas bagi umat, bangsa, dan peradaban,” tuturnya.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan tersebut bukan sekadar statistik kelulusan, melainkan manifestasi dari ekosistem pendidikan madrasah yang terus bertransformasi menuju mutu global tanpa kehilangan identitas keislaman dan karakter kebangsaan.
Bagi siswa yang belum dinyatakan lulus melalui jalur SNBT, pihak madrasah tetap memberikan penguatan moral dan akademik agar terus optimistis menghadapi berbagai peluang pendidikan tinggi lainnya. MAN IC Gowa meyakini bahwa setiap peserta didik memiliki lintasan sukses yang berbeda-beda, dan setiap proses adalah bagian dari skenario terbaik yang tengah dipersiapkan.
Dengan capaian kumulatif 87.5 persen kelulusan PTN serta raihan LoA perguruan tinggi luar negeri pada tahun 2026 ini, MAN IC Gowa kembali mempertegas posisinya sebagai salah satu madrasah unggulan yang konsisten melahirkan generasi saintifik, kompetitif, transformatif, dan berorientasi global di tingkat nasional. Di tengah derasnya kompetisi pendidikan era digital, madrasah tidak hanya hadir sebagai ruang belajar, melainkan juga kawah candradimuka yang menyiapkan pemimpin masa depan bangsa.(rls)

