KOTAKI Resmi Diluncurkan di Makassar, Hadirkan Harapan Baru bagi Penyintas Tumor Otak

KOTAKI Resmi Diluncurkan di Makassar, Hadirkan Harapan Baru bagi Penyintas Tumor Otak

MAKASSAR, UPEKS.co.id— Dunia neurologi Indonesia mencatat tonggak penting dengan diluncurkannya KOTAKI (Komunitas Tumor Otak Indonesia) dalam suasana Gala Dinner Pertemuan Ilmiah Nasional (PIN) PERDOSNI 2026 di Makassar.

Di hadapan lebih dari 1.000 peserta dari seluruh penjuru Tanah Air, komunitas ini diperkenalkan sebagai wadah dukungan sekaligus pusat edukasi terpercaya bagi para penyintas tumor otak.

Bacaan Lainnya

Tidak hanya komunitas, KOTAKI juga menghadirkan platform digital resmi melalui www.kotaki.id, yang dirancang sebagai sumber informasi berbasis ilmiah yang mudah diakses masyarakat. Kehadirannya menjawab kebutuhan akan literasi kesehatan yang akurat di tengah maraknya informasi yang belum terverifikasi.

Lahir dari Kepedulian, Dibangun dengan Empati

KOTAKI merupakan inisiatif Kelompok Kerja (Pokja) Neuroonkologi PP PERDOSNI yang berangkat dari kepedulian terhadap minimnya akses informasi valid bagi pasien tumor otak dan keluarganya.

Komunitas ini dibangun di atas empat nilai utama: empati, kepercayaan, kebersamaan, dan transparansi.

Ketua KOTAKI, dr. Achmad Harun Muchsin, Sp.N, Subsp.N-Onk(K), mengatakan komunitas ini diharapkan menjadi jembatan antara tenaga medis, pasien, dan keluarga.

“Kami ingin menghadirkan ruang yang saling menguatkan, sekaligus memberikan edukasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” ujarnya.

Dukungan Penuh dari Pimpinan Neurologi Indonesia

Peluncuran KOTAKI mendapat sambutan hangat dari para pemimpin neurologi nasional.

KOTAKI Resmi Diluncurkan di Makassar, Hadirkan Harapan Baru bagi Penyintas Tumor Otak

Ketua Umum PP PERDOSNI, Dr. dr. Dodik Tugasworo, menyampaikan apresiasi atas inisiatif ini sebagai langkah konkret dalam meningkatkan kualitas hidup pasien.

Sementara itu, Ketua Kolegium Neurologi Indonesia, Prof. Dr. dr. Syahrul, menilai KOTAKI sebagai wujud nyata kontribusi profesi dalam memperluas dampak pelayanan, tidak hanya di ruang klinis tetapi juga di ranah sosial dan edukasi.

Makassar Jadi Saksi Sejarah

Peluncuran ini berlangsung bertepatan dengan gelaran PIN PERDOSNI 2026 yang dipimpin oleh dr. Ummu Atiah, Sp.N, Subsp.NRE(K),

“Posisi Makassar sebagai pusat kegiatan ilmiah dan kesehatan di Indonesia Timur,” terang dia.

Buku Ajar Neuroonkologi Edisi Terbaru Ikut Diluncurkan

Malam bersejarah ini juga ditandai dengan peluncuran Buku Ajar Neuroonkologi Edisi ke-2, sebuah karya komprehensif setebal 912 halaman yang melibatkan 34 neuroonkologis Indonesia.

Buku ini telah diperbarui sesuai dengan guideline terbaru penanganan tumor otak, menjadikannya referensi penting bagi klinisi, residen, dan tenaga kesehatan.

Babak Baru Pelayanan Tumor Otak

Peluncuran KOTAKI dan buku ajar terbaru ini menjadi simbol komitmen kuat PERDOSNI dalam meningkatkan kualitas pelayanan neuroonkologi di Indonesia.

Melalui penguatan komunitas, edukasi digital, dan pengembangan kompetensi klinis, diharapkan para penyintas tumor otak dapat memperoleh dukungan yang lebih holistik dan berkelanjutan. (Mimi)

Pos terkait