PIN PERDOSNI 2026 di Makassar Perkuat Inovasi Neurologi dan Kampanyekan Otak Sehat, Negara Kuat

PIN PERDOSNI 2026 di Makassar Perkuat Inovasi Neurologi dan Kampanyekan Otak Sehat, Negara Kuat
oplus_1024

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Kota Makassar kembali menegaskan perannya sebagai pusat kegiatan ilmiah dan kesehatan di kawasan timur Indonesia dengan menjadi tuan rumah Pertemuan Ilmiah Nasional (PIN) Perhimpunan Dokter Neurologi Indonesia (PERDOSNI) 2026.

Forum strategis dihadiri 1.153 peserta, yang terdiri dari dokter spesialis neurologi, dokter umum, residen, serta tenaga kesehatan lainnya dari berbagai daerah di Indonesia.

Bacaan Lainnya

Mengusung tema “Neurology at the Forefront: Integrating Science, Technology, and Comprehensive Care,” kegiatan yang berlangsung pada 29 April hingga 3 Mei 2026 di Claro Hotel Makassar ini menjadi momentum penting dalam menjawab tantangan meningkatnya kasus penyakit saraf, seperti stroke, epilepsi, demensia, Parkinson, hingga gangguan tidur.

Ketua Umum PERDOSNI, Dr. dr. Dodik Tugasworo, Sp.N(K), mengatakan forum ini tidak hanya menjadi ajang ilmiah, tetapi juga bagian dari upaya besar membangun kualitas kesehatan masyarakat Indonesia.

“Partisipasi peserta tahun ini sangat luar biasa, mencapai l dari 1.153 dokter dan tenaga kesehatan. Ini menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan layanan neurologi. Kita ingin mendorong kesehatan otak sebagai fondasi utama menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Dia menjelaskan, gangguan neurologi memiliki dampak besar terhadap produktivitas nasional. Dengan prevalensi yang terus meningkat, upaya promotif, preventif, hingga rehabilitatif harus diperkuat secara menyeluruh.

Selain itu, hasil forum ini akan dirumuskan dalam rekomendasi kebijakan nasional dan peta jalan pengembangan layanan neurologi 2026–2030, sebagai langkah konkret menuju Indonesia yang lebih sehat dan produktif.

Ketua Panitia, dr. Ummu Atiah, Sp.N(K), menambahkan bahwa PIN PERDOSNI 2026 dirancang tidak hanya sebagai forum akademik, tetapi juga wadah kolaborasi lintas sektor.

“Neurologi berkembang sangat cepat. Karena itu, kolaborasi, inovasi, dan transfer ilmu menjadi kunci agar layanan kesehatan saraf di Indonesia semakin adaptif dan berkualitas,” jelasnya.

Kegiatan ini menghadirkan 59 pemateri dalam simposium dan 71 pemateri dalam workshop, serta lima pembicara internasional dari Jepang, Filipina, Malaysia, dan Belanda. Sejumlah topik strategis dibahas, mulai dari neurointensive care, neurointervensi, neuroinfeksi, hingga neuroepidemiologi.

Selain sesi ilmiah, rangkaian acara juga mencakup presentasi riset, diskusi kebijakan, hingga kegiatan non-ilmiah seperti gala dinner, lomba kreatif, dan Neurosport di Anjungan Pantai Losari.

PIN PERDOSNI 2026 juga menjadi momentum peluncuran agenda nasional bertajuk “Otak Sehat, Negara Kuat.” Inisiatif ini menempatkan kesehatan otak sebagai bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia unggul.

PERDOSNI merumuskan lima agenda strategis, yakni menjadikan kesehatan otak sebagai isu pembangunan nasional, memperkuat deteksi dini sepanjang daur hidup, pemerataan layanan neurologi, integrasi sains dan teknologi, serta penguatan kolaborasi lintas sektor.

Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh, diantaranya Rektor Universitas Hasanuddin Prof. Jamaluddin Jompa, Prof. Dr. dr. Syahrul, Sp.N (K) Ketua Kolegium Neurologi Indonesia, Perwakilan Gubernur Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra Dr. dr. M. Ishaq Iskandar, M.Kes, MM, MH, Perwakilan walikota: H. Ahmad Nansum, S. Ag. MM dan ⁠Prof. Dr. dr. Muhammad Akbar SpN(K): Guru Besar Dept Neurologi FK Unhas. (Mimi)

Pos terkait