Di Mamarita, Warga Bicara Drainase, Sampah, dan Data Bantuan yang Tak Kunjung Beres

Di Mamarita, Warga Bicara Drainase, Sampah, dan Data Bantuan yang Tak Kunjung Beres

 

MAKASSAR, Upeks.co.id — Warga datang satu per satu. Mereka tidak membawa hal baru. Hanya masalah lama yang masih tinggal di jalanan, drainase, dan data bantuan yang tidak pernah benar-benar selesai.

Bacaan Lainnya

Di Jalan Beruang Selatan, Labuang Baji, suara warga terdengar pelan tapi berulang. Tentang air yang menggenang. Tentang sampah yang tidak terangkut. Tentang bantuan yang tidak selalu sampai pada orang yang tepat.

Anggota DPRD Kota Makassar, Budi Hastuti, kembali menyapa warga dalam reses ketiga masa persidangan ketiga tahun sidang 2025/2026. Ia datang ke wilayah Mamarita: Mariso, Mamajang, dan Tamalate.

Di titik reses itu, Kamis (21/5/2026), ia duduk bersama warga yang sudah menunggu. Sekretaris Lurah Labuang Baji, Syaifuddin, ikut menyambut.

Budi mengatakan ia datang untuk mendengar. Semua yang disampaikan warga akan dicatat dan dibawa ke dinas terkait.

Tapi yang ia dengar hampir sama di setiap titik.

Drainase yang tidak dibersihkan. Air yang tetap tergenang saat hujan turun. Warga menyebutnya banjir kecil yang datang berulang.

Ada juga soal bantuan sosial. Data yang tidak diperbarui. Nama yang masih tercatat meski penerima sudah tidak tinggal di tempat itu. Sementara warga lain yang membutuhkan belum masuk daftar.

“Harus ada pembaruan data,” kata Budi. Ia meminta pendataan ulang dilakukan lebih rapi dan terbuka.

Masalah lain datang dari sampah. Warga meminta armada ditambah. Beberapa kendaraan sudah tidak layak, sementara sampah terus bertambah setiap hari.

Budi mencatat semuanya. Ia mengatakan akan mengawal aspirasi itu melalui dinas terkait.

Reses berakhir seperti biasa. Tidak ada yang selesai hari itu. Tetapi semua hal kembali disebutkan, seperti yang selalu terjadi setiap kali wakil rakyat datang dan duduk bersama warga.(*)