Geng Motor Marak di Mariso, Warga Minta CCTV ke Andi Tenri Uji Saat Reses

Geng Motor Marak di Mariso, Warga Minta CCTV ke Andi Tenri Uji Saat Reses

MAKASSAR, UPEKS—- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar dari Fraksi PDI Perjuangan, Andi Tenri Uji Idris, menggelar Reses Ketiga Masa Persidangan Ketiga Tahun Sidang 2025/2026 di RT 001 RW 002, Kelurahan Tamarunang, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, Kamis (21/5/26).

Kegiatan ini menjadi wadah bagi warga Dapil V (Kecamatan Mamajang, Mariso, dan Tamalate) untuk menumpahkan berbagai keluhan klasik perkotaan yang selama ini luput dari penanganan maksimal pemerintah kota.

Bacaan Lainnya

Dalam sesi dialog, sejumlah warga menyampaikan unek-unek mereka secara langsung. Salah seorang warga mengeluhkan masalah krisis air bersih dari PDAM serta infrastruktur jalan pemukiman yang memprihatinkan.

“Paving blok di wilayah kami sudah rusak parah dan sudah dilaporkan ke RT/RW. Bahkan pihak Dinas PU sempat datang meninjau, tapi sampai sekarang tidak ada realisasi pengerjaan,” keluh warga di hadapan legislator yang akrab disapa Besti ini.

Tak hanya itu, Ibu Lely, warga lainnya, menyoroti masalah drainase yang tersumbat yang kerap memicu genangan air saat hujan. Sementara dari aspek keamanan, Pak Ikbal mengeluhkan mulai maraknya kembali aksi geng motor yang meresahkan masyarakat.

“Kami butuh pengadaan CCTV untuk memantau keamanan lingkungan. Kami juga sudah melapor lewat aplikasi Lontara, tapi hingga saat ini belum ada respons atau tindak lanjut,” cetus Ikbal.

Menanggapi rentetan aspirasi tersebut, Andi Tenri Uji Idris menegaskan bahwa persoalan air bersih memang menjadi salah satu fokus perhatian utamanya di parlemen.

“Sebelum saya turun reses, saya sudah mengingat betul keluhan soal PDAM ini. Ini menjadi perhatian serius saya karena persoalan krisis air tidak hanya terjadi di wilayah utara kota, melainkan juga di wilayah selatan termasuk dapil sini,” ujar Andi Tenri Uji.

Sebagai anggota Komisi B DPRD Makassar yang bermitra langsung dengan BUMD, ia mengaku telah mencecar pihak PDAM terkait pemenuhan hak air bersih warga.

“Sebagai mitra di Komisi B, kami sudah menanyakan hal ini langsung. Jawaban dari pihak manajemen, saat ini sedang diusahakan karena kemarin sempat terkendala dampak El Nino. Kami berharap pelayanan ini bisa segera diselesaikan,” terangnya.

Meski demikian, politisi PDI Perjuangan ini tidak menampik adanya kendala birokrasi di tubuh perusahaan daerah tersebut yang sedikit menghambat fungsi pengawasan kedewanan.

“Namun, pihak PDAM sudah berjanji ke DPR bahwa pelayanan mereka akan tetap dimaksimalkan,” tambahnya.

Terkait keluhan keamanan dan digitalisasi pelayanan, Andi Tenri Uji yang didampingi lurah setempat menjelaskan bahwa pengadaan fasilitas keamanan lingkungan terus berjalan secara bertahap.

“Tadi Ibu Lurah juga menyampaikan bahwa pemasangan CCTV sudah dilakukan di beberapa titik wilayah. Untuk titik-titik lain yang belum tercover, sudah diinfokan dan dicatat, jadi pengerjaannya memang bertahap,” jelasnya.

Adapun mengenai keluhan aplikasi Lontara dan sistem barcode pelayanan yang dinilai lambat, ia meminta masyarakat untuk sedikit bersabar mengingat sistem tersebut masih dalam tahap sinkronisasi.

“Mengenai barcode itu, itu adalah sistem integrasi data. Kami minta warga untuk menunggu prosesnya dulu sementara sistemnya terus dimatangkan oleh pemerintah kota,” pungkas Andi Tenri Uji. (jir)