Hadapi El-Nino Godzilla, Wabup Enrekang Gerak Cepat Kumpulkan Pimpinan OPD 

Hadapi El-Nino Godzilla, Wabup Enrekang Gerak Cepat Kumpulkan Pimpinan OPD 

ENREKANG, UPEKS.co.id–Wakil Bupati Enrekang, Andi Tenri Liwang La Tinro, memimpin rapat antisipasi dini menghadapi fenomena El-Nino Godzilla yang di prediksi akan terjadi pada bulan Juli hingga September 2026 yang di prediksi akan berdampak di Kabupaten Enrekang.

Rapat berlangsung diruang Pola Kantor Bupati Enrekang, Senin (20/4/26) dan  dihadiri Forkopimda, Pinca Bank Sulselbar, para Asisten, para Pimpinan OPD, para Camat dan Lembaga terkait. Wabup mengatakan, semua OPD harus bersiap menghadap panas ekstrim ini dan harus siap melakukan pelayanan terbaik kepada masyarakat terdampak.

Bacaan Lainnya

Terutama pada pelayanan kesehatan, pertanian, ketahanan pangan, BPBD, PDAM, pencegahan kebakaran hutan, Damkar Wabup meminta agar terus siaga.

“Antisipasi kekeringan yang terdampak pada sektor pertanian, ketersediaan air bersih, kebakaran hutan serta ketersediaan obat-obatan menjadi fokus utama,” kata Andi Tenri Liwang.

Andi Tenri Liwang  La Tinro meminta Kepala Dinas Kesehatan untuk memastikan ketersediaan obat hingga ke Puskesmas-Puskesmas.

“Jangan sampai kita terlena sehingga ketersediaan obat tidak diantisipasi. Tekankan juga agar pelayanan Puskesmas bisa maksimal,” kata Andi Tenri Liwang La Tinro.

Andi Tenri Liwang La Tinro juga meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) agar segera membuat perencanaan pendirian posko gabungan. Posko ini berfungsi sebagai pos aduan dan kordinasi terkait El-Nino Godzilla. Posko itu akan terintegrasi dengan Forkopimda, BUMN dan BUMD, TNI dan POLRI, Kejaksaan, dan PDAM.

“Kita juga akan berkoordinasi dengan BULOG apabila terjadi gagal panen demi menjaga ketersediaan dan harga pangan bagi masyarakat,” kata Andi Tenri Liwang La Tinro.

El Nino ”Godzilla” adalah sebutan untuk fenomena El Nino ekstrem atau sangat kuat yang diprediksi melanda Indonesia mulai April 2026. Dinamai ”Godzilla” karena kekuatannya yang masif dan dampak destruktifnya.

Fenomena ini menyebabkan suhu laut di Samudra Pasifik naik sangat tinggi, memicu kemarau panjang, kekeringan, dan risiko kebakaran hutan yang serius di Indonesia.

Menurut BMKG, dampak El Nino akan mulai berdampak pada bulan Juli hingga September. Curah hujan masih akan muncul pada April hingga Juni. Masyarakat juga diminta untuk mengambil langkah antisipasi terhadap El Nino.

Pemerintah menghimbau kepada masyarakat untuk menghemat pemakaian air bersih, menjaga kesehatan dengan perbanyak minum air putih serta tetap waspada terhadap kebakaran. (sry/suk)