Grab Gandakan Anggaran Bonus Hari Raya Bagi Mitra Pengemudi, Hingga Siapkan Umrah Gratis

Grab Gandakan Anggaran Bonus Hari Raya Bagi Mitra Pengemudi, Hingga Siapkan Umrah Gratis
Oplus_131072

MAKASSAR, UPEKS.co.id– Grab Indonesia meningkatkan apresiasi bagi mitra pengemudi dengan menggandakan anggaran program Bonus Hari Raya (BHR) 2026. Tahun ini, perusahaan mengalokasikan dana sekitar Rp100–110 miliar, dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Program BHR 2026 merupakan bagian dari kebijakan yang diumumkan pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama Kementerian Ketenagakerjaan pada 3 Maret 2026.

Bacaan Lainnya

Hal ini ditujukan bagi mitra pengemudi transportasi online di seluruh Indonesia. Demikian disampaikan Chief Executive Officer Grab Indonesia, Neneng Goenadi.

Kata dia, Grab mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat ekosistem ekonomi digital yang inklusif sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.

“Grab hadir untuk Indonesia dan terus mendukung program pemerintah dalam memperkuat ekosistem ekonomi digital yang adil dan berkelanjutan. Model kemitraan yang fleksibel memberi kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk memperoleh penghasilan dan membantu memenuhi kebutuhan keluarga,” ujar Neneng.

Ia menjelaskan, BHR 2026 menjadi bentuk penghargaan bagi mitra pengemudi yang aktif dan produktif dalam melayani masyarakat. Program tersebut dirancang agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh mitra, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri.

Dalam program BHR 2026, Grab membagi penerima ke dalam tujuh kategori untuk mitra roda dua dan roda empat, yang ditentukan berdasarkan produktivitas serta kualitas pelayanan selama periode penilaian.

“Untuk kategori tertinggi, mitra GrabBike berpeluang menerima hingga Rp850 ribu, sedangkan mitra GrabCar dapat memperoleh hingga Rp1,6 juta. Pada kategori terendah, nominal juga mengalami peningkatan signifikan menjadi Rp150 ribu untuk GrabBike dan Rp200 ribu bagi GrabCar,” pungkas dia.

Penyaluran BHR dijadwalkan paling lambat H-7 sebelum Idulfitri, dan mitra dapat mengecek status penerimaan melalui aplikasi GrabDriver.

Selain bonus, sambung dia Grab juga menghadirkan program apresiasi tambahan bertajuk “Perjalanan Bermakna dengan Umrah Gratis”. Melalui program ini, perusahaan menyediakan 105 paket umrah bagi mitra pengemudi berprestasi dengan total nilai mencapai Rp5 miliar.

“Program ini merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi mitra yang dinilai konsisten memberikan layanan terbaik kepada pelanggan,” jelas dia.

Berdasarkan data internal perusahaan per Desember 2025, Grab memiliki sekitar 3,7 juta mitra terdaftar. Namun, jumlah mitra yang aktif menggunakan aplikasi setiap bulan berkisar antara 700 ribu hingga 800 ribu orang.

Data tersebut juga menunjukkan bahwa platform ini menjadi sumber penghasilan bagi banyak kalangan. Sekitar satu dari dua mitra sebelumnya merupakan korban pemutusan hubungan kerja atau belum memiliki penghasilan sebelum bergabung.

Selain itu, terdapat lebih dari 182 ribu mitra pengemudi perempuan serta lebih dari 700 mitra penyandang disabilitas yang aktif di platform.

Neneng menegaskan, BHR merupakan bentuk apresiasi perusahaan di luar penghasilan yang diperoleh mitra dari aktivitas harian di aplikasi. Program ini akan terus dievaluasi agar tetap relevan dan berkelanjutan bagi seluruh pihak dalam ekosistem.

“Di balik jaket dan helm yang dikenakan mitra setiap hari, ada keluarga yang menjadi semangat mereka. Kami berharap dukungan ini dapat membantu menghadirkan Hari Raya yang lebih hangat dan bermakna,” jelasnya.

Pemerintah sendiri menegaskan bahwa program BHR tahun ini akan menjangkau sekitar 850 ribu mitra pengemudi aktif dari berbagai aplikator di Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, kebijakan ini merupakan hasil koordinasi lintas kementerian dan komunikasi dengan perusahaan platform digital.

“Dari jumlah tersebut, lebih dari 400 ribu mitra pengemudi berasal dari ekosistem Grab,” terang dia.

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menilai skema BHR perlu mempertimbangkan karakter fleksibel sektor ekonomi digital. Menurutnya, besaran bonus sebaiknya disesuaikan dengan tingkat keaktifan mitra di platform.

“Model bisnisnya berbeda dengan pekerja formal. Mitra yang bekerja penuh waktu tentu berbeda dengan yang paruh waktu, sehingga penilaiannya juga berbasis tingkat aktivitas,” ujarnya sebelumnya. (Mim)

Pos terkait