Fakultas Kesehatan UPRI Yudisium 118 Mahasiswa S1 dan S2

Fakultas Kesehatan UPRI Yudisium 118 Mahasiswa S1 dan S2

MAKASSAR, UPEKS.co.id – Fakultas Kesehatan (Fakes) Universitas Pejuang Republik Indonesia (UPRI) menggelar yudisium dan ramah tamah bagi ratusan mahasiswa di Swiss-Belinn Hotel Panakkukang, Makassar, Rabu (11/2/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Adaptif, Inovatif dan Kolaboratif Menuju Fakes Unggul, UPRI Jaya”, ini diikuti 118 lulusan, terdiri atas 89 mahasiswa Program Sarjana (S1) dan 29 mahasiswa Program Magister (S2).

Bacaan Lainnya

Dekan Fakultas Kesehatan UPRI, Erni Kadir, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh lulusan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan meraih gelar akademik bukanlah hal mudah karena setiap capaian membutuhkan perjuangan besar.

“Langkah untuk meraih yang terbaik memang berat. Kami yakin langkahnya berat karena menuju puncak. Harapan kami, Fakultas Kesehatan bisa menjadi fakultas terbaik dan terfavorit di UPRI,” ujarnya.

Erni menambahkan, Fakes UPRI kini telah memiliki program Pascasarjana yang terus berkembang. Saat ini, Program Magister telah membuka tiga kelas pada semester berjalan.

Menurutnya, konsep adaptif dan kolaboratif menjadi kunci dalam pengembangan fakultas. Adaptif terhadap perubahan dan inovatif dalam menciptakan keunggulan menjadi strategi agar Fakes semakin dikenal luas.

Sementara kolaborasi dilakukan melalui berbagai kerja sama, termasuk dalam strategi pemasaran dan pengembangan akademik.

“Alhamdulillah, dalam waktu singkat sudah ada hasil. Mahasiswa magister sudah ada dan banyak pihak yang menghubungi untuk kerja sama dan berkolaborasi. Kami optimis akreditasi S2 ini akan unggul,” jelasnya.

Menghadapi tantangan ke depan, Fakes UPRI juga berencana memberikan fasilitas kursus bahasa Mandarin bagi dosen dan staf. Selain itu, mahasiswa yang ingin melanjutkan studi ke Cina akan difasilitasi melalui program beasiswa kerja sama dengan salah satu instansi.

“Kenapa kita belajar bahasa Mandarin, karena saya memprediksi Cina akan semakin banyak masuk di Indonesia nantinya,” katanya.

Erni Kadir juga mengingatkan para lulusan bahwa tantangan sesungguhnya dimulai setelah menyelesaikan studi, terutama dalam menentukan arah karier ke depan.

Sementara itu, Rektor UPRI, Darwis Nur Tinri, turut menyampaikan rasa bangga dan selamat kepada para lulusan. Ia berharap dalam dua hingga tiga tahun ke depan, alumni Fakes tidak lagi menjadi pencari kerja, melainkan telah memiliki pekerjaan atau bahkan menciptakan lapangan kerja.

“Gelar yang kalian sandang bukan sekadar simbol, melainkan tanggung jawab besar untuk memberikan solusi kepada masyarakat secara nasional,” tegasnya.

Rektor juga menekankan pentingnya meningkatkan literasi dan kemampuan di era digital. Ia meminta para calon wisudawan untuk terus belajar dan mengasah kompetensi, khususnya dalam mengikuti perkembangan teknologi.

“Teruslah mengasah kemampuan literasi, karena itu salah satu yang sangat kita butuhkan,” ujarnya.

Sebagai informasi, Rektor menyampaikan bahwa total mahasiswa UPRI yang akan diwisuda tahun ini mencapai 480 orang dari berbagai disiplin ilmu.

“Saat ini juga UPRI mengelola 20 program studi dan 36 program pascasarjana. Ke depan, UPRI juga berencana membuka Program Pascasarjana Magister Manajemen,” tutupnya.(Jay)

Pos terkait