MAKASSAR,UPEKS.co.id– Pemprov Sulsel disebut memiliki komitmen dalam membangun wilayah Luwu Raya. Tercatat, sepanjang 2025 lalu, total anggaran yang dialokasikan dalam APBD 2025 mencapai Rp935 miliar untuk pembangunan kawasan Luwu Raya.
Irwan selaku juru bicara Andalan Hati, sebutan untuk pasangan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi mengatakan, kebijakan penganggaran itu mencerminkan komitmen Pemprov Sulsel dalam mendorong pemerataan pembangunan dan penguatan wilayah strategis di bagian utara Sulsel.
Menurutnya, dukungan anggaran pembangunan untuk Luwu Raya tidak hanya bersumber dari APBD Provinsi, tetapi juga diperkuat melalui dukungan APBN yang dikelola dalam skema tugas pembantuan oleh Pemprov.
Ia menjelaskan, berdasarkan realisasi APBD Sulsel 2025, kontribusi pendapatan daerah dari wilayah Luwu Raya yang masuk ke kas Pemprov Sulsel tercatat sebesar Rp806 miliar. Pendapatan tersebut berasal dari seluruh jenis pajak daerah yang dipungut di wilayah Luwu Raya.
Di sisi lain, alokasi belanja pembangunan Pemprov Sulsel untuk seluruh daerah di Luwu Raya mencapai Rp935 miliar.
Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung pembangunan infrastruktur strategis, mulai dari peningkatan konektivitas jalan, penguatan jaringan irigasi, hingga pembangunan fasilitas layanan kesehatan.
Program-program itu, kata dia, dilaksanakan melalui skema Multi Years Contract (MYC), serta penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH).
Irwan mengungkapkan, alokasi pembangunan melalui skema MYC di Luwu Raya merupakan yang terbesar dibandingkan wilayah lain di Sulsel, dengan nilai hampir Rp400 miliar.
Program ini mencakup pembangunan satu unit rumah sakit regional modern di Kabupaten Luwu, penanganan jaringan irigasi sepanjang kurang lebih 58.540 meter untuk mendukung optimalisasi daerah irigasi seluas sekitar 11 ribu hektare, serta peningkatan jalan strategis kewenangan provinsi sepanjang lebih dari 35 kilometer.
Selain dukungan dari APBD Provinsi, sambung dia, pembangunan di Luwu Raya juga diperkuat melalui APBN, khususnya untuk sektor pertanian dengan total alokasi anggaran mencapai Rp107 miliar.
Dukungan APBN lainnya diwujudkan melalui skema Instruksi Jalan Daerah (IJD) untuk membuka akses menuju Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara, sepanjang 15,45 kilometer.
Dimana pada tahun 2026, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp46 miliar untuk penanganan jalan sepanjang 4,8 kilometer di wilayah tersebut, dengan sisa pekerjaan direncanakan dilanjutkan pada tahun 2027.
Termasuk dalam agenda pembangunan adalah penanganan ruas Matano Belt Road dengan panjang mencapai 33 kilometer.
Secara keseluruhan, total dana pembangunan yang dialokasikan ke wilayah Luwu Raya sepanjang tahun 2025 mencapai sekitar Rp1,041 triliun.
Irwan menegaskan, komposisi belanja dan pendapatan ini mencerminkan kebijakan fiskal Pemprov Sulsel, yang menempatkan pemerataan dan keadilan pembangunan sebagai prioritas utama, sekaligus memperkuat peran Luwu Raya sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi Sulsel ke depan.(eky)




