Pembiayaan Digital Jadi Penopang IKNB Sulampua

Pembiayaan Digital Jadi Penopang IKNB Sulampua
Oplus_16908288

MAKASSAR, UPEKS.co.id— Kinerja Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI) atau pinjaman daring (pindar) menjadi penopang utama pertumbuhan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua).

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, outstanding pembiayaan pindar di kawasan ini tumbuh tinggi sebesar 41,47%, seiring meningkatnya permintaan pembiayaan digital di masyarakat.

Bacaan Lainnya

Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar), Moch Muchlasin, menyampaikan, pertumbuhan signifikan pindar menunjukkan semakin besarnya peran pembiayaan berbasis teknologi dalam mendukung akses keuangan, khususnya bagi masyarakat dan pelaku usaha yang belum sepenuhnya terlayani lembaga keuangan konvensional.

“Pertumbuhan pembiayaan digital ini mencerminkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan yang cepat, mudah, dan inklusif. Namun, di sisi lain juga perlu diimbangi dengan penguatan tata kelola dan mitigasi risiko,” kata Muchlasin dalam keterangan resminya.

Untuk memperkuat ekosistem dan mengantisipasi risiko di industri LPBBTI, OJK telah meluncurkan program dukungan asuransi bagi industri pindar. Program tersebut merupakan bagian dari Roadmap Pengembangan dan Penguatan Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi 2023–2028.

“Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan perlindungan konsumen sekaligus menjaga keberlanjutan industri LPBBTI agar tumbuh secara sehat dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Selain pindar, kinerja IKNB di Sulampua secara umum menunjukkan perkembangan yang bervariasi. OJK mencatat, total penjaminan tumbuh paling tinggi, yakni sebesar 58,77%. Capaian ini mencerminkan meningkatnya peran lembaga penjaminan dalam mendukung pembiayaan sektor riil dan UMKM di daerah.

“Pertumbuhan penjaminan yang cukup tinggi menunjukkan kepercayaan pelaku usaha terhadap skema penjaminan sebagai bagian dari penguatan akses pembiayaan,” kata Muchlasin.

Di sektor Dana Pensiun, total aset tercatat tumbuh sebesar 8,40%. Pertumbuhan ini dinilai relatif stabil dan mencerminkan pengelolaan dana pensiun yang tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi regional.

Sementara itu, kinerja perusahaan asuransi di wilayah Sulampua masih mengalami tekanan, tercermin dari penurunan total premi sebesar 22,99%. OJK menilai kondisi tersebut dipengaruhi oleh penyesuaian portofolio serta perkembangan kondisi pasar.

Adapun perusahaan pembiayaan masih mencatatkan pertumbuhan positif dengan kenaikan pembiayaan sebesar 4,12%. Sebaliknya, pembiayaan perusahaan modal ventura mengalami kontraksi sebesar 16,72% seiring meningkatnya kehati-hatian dalam penyaluran dana ke sektor berisiko.(eky)

Pos terkait