Pelatih Renang Nasional Bawa Atlitnya Berenang Di Wisata Maballo Enrekang

Pelatih Renang Nasional Bawa Atlitnya Berenang Di Wisata Maballo Enrekang

ENREKANG, UPEKS.co.id — Salah satu pelatih renang Nasional Hasyim (62) baru-baru ini membawa Atlit renang dari Makassar untuk menikmati liburan sambil berenang di Obyek Wisata Maballo Enrekang. Hasyim sengaja memilih kolam renang Maballo karena hanya inilah kolam renang di Kota Enrekang yang memenuhi standar untuk para perenang ini berlatih.

Selain untuk persiapan Pra Pekan Olahraga Daerah (PRAPORDA) yang akan berlangsung di Bulan Agustus nanti, Hasyim yang juga putra asli daerah Enrekang ini ingin mengajak dan memotivasi generasi muda terutama anak usia dini di Enrekang mencintai olahraga renang.

Bacaan Lainnya

” Saya ingin menyehatkan anak-anak, mengalihkan perhatian anak-anak supaya jangan main hp terus pada saat libur, saya juga ingin memotivasi orang-orang Enrekang supaya dia pintar renang karena saya Pengurus renang Provinsi”. Ujar Hasyim.

Menurut Hasyim olahraga renang adalah olahraga yang paling kompleks karena mulai dari kepala sampai kaki semua bergerak. Olahraga renang juga dapat mencegah beberapa penyakit kronis seperti jantung karena pada olahraga renang ada latihan kardiovaskular melalui latihan pernafasan.

Hasyim berharap kehadirannya bersama para atlit renang Sulsel ini bisa menjadi semangat bagi masyarakat dan para perenang di Enrekang.

Sementara itu, Hasyim berkomentar tentang kolam renang di Obyek wisata Lewaja Enrekang yang sangat tidak memenuhi syarat untuk dijadikan tempat latihan para perenang.

“Dari segi kedalaman kolam renang Lewaja sangat tidak memenuhi syarat, termasuk kebersihan air dan kolamnya karena di Lewaja itu airnya kotor sehingga tidak tembus pandang kalau kita berenang. Berdasarkan UU olahraga di Lewaja itu termasuk merusaki kolam karena dia kasih dangkal tidak sesuai dengan standar perwasitan. Seharusnya kedalaman lebih dari 45 cm sementara di Lewaja itu hanya sekitar 30 cm, jadi anak-anak kalau Loncat bisa menciderai bibir dan hidung mereka. Nah itu kita bisa dituntut secara hukum”. Kata Hasyim.

Hasyim mengritik OPD terkait yang membangun kolam renang Lewaja dan tidak memperhatikan standarisasi olahraga renang. Seharusnya para perenang bisa menggunakan kolam renang Lewaja untuk latihan, tetapi karena dasar kolam yang kasar karena tidak menggunakan tegel, juga bisa menciderai perenang karena dangkal.

” Makanya kami pilih kolam renang Lewaja yang memenuhi syarat termasuk kebersihan kolam dan airnya. Disini para perenang bisa saling melihat didalam kolam, jarak pandang kita kedalam kolam bisa terlihat, jadi memang bagus untuk tempat latihan. Seandainya Lewaja bisa seperti ini, pasti banyak pengunjungnya terutama para perenang yang akan berlatih dan itu akan mendongkrak penghasilan asli daerah”. Tutup Hasyim. (Sry)