Keluarga Besar MAN IC Gowa Rayakan Idul Adha, Berbagi Kurban dengan Warga Sekitar

Keluarga Besar MAN IC Gowa Rayakan Idul Adha, Berbagi Kurban dengan Warga Sekitar

Gowa, Upeks– Dalam semangat kebersamaan yang penuh makna dan keikhlasan, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Gowa melakukan kegiatan pemotongan hewan kurban yang diselenggarakan Jumat, 6 Juni dan Senin, 9 Juni 2025.

Kegiatan ini menjadi momentum spiritual dan sosial tahunan diselenggarakan oleh seluruh civitas MAN Insan Cendekia Gowa, kegiatan ini melibatkan Shohibul Qurban dari kalangan guru, staf, komite madrasah hingga orang tua siswa, sebagai bentuk kesatuan hati dalam berkurban. Sementara itu, seluruh civitas academika turut menjadi peserta aktif, baik dalam proses penyembelihan, pengemasan, hingga pendistribusian daging kurban kepada warga sekitar kampus.

Bacaan Lainnya

Ketua Panitia Mujahidin menyampaikan apresiasi mendalam atas antusiasme panitia dan seluruh pihak yang terlibat. Ia menyebut bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi sebuah peristiwa monumental yang mengajarkan arti pengorbanan dan memperkuat tali ukhuwah antar warga madrasah.

“Berkurban adalah tentang memberi, tapi lebih dalam, ia adalah seni untuk menundukkan ego dan menumbuhkan cinta kepada sesama,” ucapnya.

Senada dengan itu, Kepala MAN IC Gowa, Ustad Burhanuddin turut hadir dan memberikan refleksi yang menyentuh hati. Menurut beliau, kurban bukan hanya ritual, melainkan refleksi spiritualitas yang hidup dan kontekstual. Ia berharap nilai-nilai qurban dapat terus menginspirasi para siswa untuk menjadi insan yang solutif, empatik, dan peduli terhadap lingkungan sosial mereka.

“MAN IC Gowa bukan hanya mencetak insan cendekia, tetapi juga memupuk jiwa peduli dan berbudi. Kurban adalah salah satu bentuk pendidikan karakter yang paling nyata, ” ujarnya.

Tahun ini, daging kurban didistribusikan secara merata kepada civitas academika, para shohibul qurban, serta masyarakat sekitar kampus. Hal ini menandai komitmen MAN IC Gowa sebagai lembaga pendidikan berbasis nilai, yang tak hanya fokus pada aspek intelektual, tetapi juga spiritual dan sosial kemasyarakatan.(rls)