31 Bintara dan Tamtama Baru Polri Resmi Bertugas di Ditpolairud Polda Sulsel

31 Bintara dan Tamtama Baru Polri Resmi Bertugas di Ditpolairud Polda Sulsel
Oplus_131072

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Sebanyak 31 lulusan Bintara dan Tamtama Polri gelombang ke II tahun 2024, resmi ikuti pembaretan dan penutupan pembinaan tradisi di Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulsel, Senin (24/2/2025) sore.

Anggota Bintara dan Tamtama Polri ini, resmi bertugas di Ditpolairud Polda Sulsel setelah menjalani pembinaan tradisi selama kurang lebih dua bulan dengan beberapa pemberian materi.

Bacaan Lainnya

Mulai dari materi wawasan kebangsaan, fungsi teknis Kepolisian Perairan dan Udara, kemampuan renang laut, kemampuan menyelam, SAR, pembinaan rohani dan mental kepribadian. Kemudian pembinaan disiplin, fisik dan peraturan dasar kepolisian.

Direktur Kepolisian Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Sulsel, Kombes Pol Pitoyo Agung mengatakan, dari awal memang sudah diperintahkan untuk menerima sejumlah 31 personel dari Bintara dan Tamtama.

“Dari 31 personel itu, ada titipan 10 anggota dari Polda Papua. Nantinya mereka akan bertugas selama 1 tahun disini (Ditpolairud Polda Sulsel). Setelan setahun, baru kita kembalikan ke Polda Papua, “ucap Pitoyo Agung.

Kemudian tradisi ini lanjut Kombes Pol Pitoyo, merupakan kegiatan rutin yang sudah dilakukan oleh Korps Polairud Baharkam Polri hingga jajaran Ditpolairud Polda.

Diakui Pitoyo, tradisi ini sangat baik karena terkait untuk menanamkan rasa kebanggaan dan cinta tanah air. Kemudian kehormatan dan mendotrin mereka untuk menjadi polisi penolong.

Apalagi sebut Kombes Pol Pitoyo, mereka kelak akan bertugas di tengah-tengah masyarakat. Sehingga mereka dibekali dengan keterampilan-keterampilan.

“Karena kami berada di wilayah perairan, kemampuan dasar yang ditanamkan kepada mereka, dipastikan sudah memiliki keterampilan untuk survive di perairan. Baik itu kemampuan bertahan hidup dan renang, “sebut Pitoyo.

Dijelaskan Pitoyo, kemampuan renang itu sudah dilakukan sebelum pembaretan dan mereka berenang kurang lebih 1 Mil. Itu wajib hukumnya bagi seluruh anggota jajaran Ditpolairud untuk menguasainya.

“Itu untuk bertahan hidup, karena kita akan menolong masyarakat dan paling utama modalnya adalah mampu menolong diri sendiri terlebih dahulu. Setelah mereka mampu menyelamatkan diri sendiri, baru kita bisa lega melepas mereka untuk bisa menolong masyarakat, “tutupnya.(Jay)

Pos terkait