MAKASSAR, UPEKS.co.id — Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Direktorat Kepolisian Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulsel mengibarkan bendara merah putih di bawah permukaan air laut, di Pulau Kodingareng Keke.
Sebuah pulau berpasir putih dengan air yang bening, terletak sekitar 13 kilometer dari pesisir kota Makassar atau di dermaga Ditpolairud Polda Sulsel, Jl Ujung Pandang, Makassar.
Dirpolairud Polda Sulsel, Kombes Pol Dr. Pitoyo Agung Yuwono didampingi Wadirpolairud AKBP Arisandi, memimpin penyelaman itu. Penyelam itu dari Polairud, Brimob, dan Bhayangkari Brimob. Sebelum berangkat, mereka terlebih briefing.
Dalam briefing itu, Kombes Pol Pitoyo Agung memaparkan kondisi bawah air. Mulai dari tingkat kedalam penyelaman, arus bawah laut dan tekanan yang dihadapi.
Lebih kurang 15 menit memberikan pengarahan, peserta pun diarahkan mempersiapkan alat selam masing-masing. Setelah memastikan peralatan berfungsi baik, para peserta pun berjalan perlahan ke tepi pantai.
34 personel mengenakan perlengkapan selam berupa masker, tabung oksigen, fin, dan wetsuit. Mereka bergerak perlahan menyusuri pantai, lalu menghilang satu per satu ke dalam birunya laut Kodingareng Keke.
Di bawah permukaan laut, mereka membentuk formasi angka 80 sesuai dengan usia kemerdekaan Indonesia. Setelah itu, dilakukan defile semacam parade di bawah air sambil membawa bendera merah putih.
Lalu momen puncak itu pun terjadi. Di kedalaman sekitar 15-20 meter, Sang Saka dikibarkan, melambai perlahan dalam aliran air, di tengah terumbu karang dan ikan-ikan yang berenang bebas. Sebuah simbol bahwa cinta tanah air bisa hadir di mana saja bahkan di dasar samudra.
“Ini bukan sekadar perayaan. Ini cara kami memupuk cinta terhadap bahari, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga ekosistem laut,” ujar Kombes Pitoyo, Minggu (17/8/2025).
Kegiatan ini tak hanya menjadi bentuk penghormatan pada kemerdekaan, tetapi juga menyampaikan pesan yang kuat. Bahwa laut adalah bagian penting dari identitas bangsa Indonesia, negeri maritim yang besar.
Pulau Kodingareng Keke, saksi bisu pengibaran sang merah putih yang dilakukan personel Ditpolairud Polda Sulsel, seolah tersenyum di balik pasir putih dan air jernihnya.
Laut yang biasanya sunyi, hari itu menjadi tempat di mana semangat merah putih berkibar megah bukan di atas tiang, tapi di pelukan samudra.(Jay)




