Peredaran Uang Palsu Mulai Masuk Enrekang, Pinca BRI Enrekang Bram Agni: Saatnya Literasi Keuangan Ditingkatkan

Peredaran Uang Palsu Mulai Masuk Enrekang, Pinca BRI Enrekang Bram Agni: Saatnya Literasi Keuangan Ditingkatkan

ENREKANG,UPEKS.co.id — Masyarakat Kabupaten Enrekang mulai resah, pasalnya uang palsu di duga sudah mulai masuk ke Enrekang. Beberapa warga Enrekang sudah mulai menemukan uang palsu tersebut diantara uang asli yang mereka punya.

Salah satu postingan warga Enrekang di Media Sosial menunjukkan uang kertas palsu Rp 100. 000 yang dia dapat saat berbelanja dan memperlihatkan perbedaan yang sangat menonjol dengan uang kertas aslinya.

Bacaan Lainnya

Uang kertas palsu ternyata mudah terkelupas dan agak tebal dibanding uang kertas asli. Namun kadang masyarakat tidak menyadari sebenarnya uang yang di terima itu ternyata uang palsu karena jika dilihat sepintas antara uang kertas palsu dan asli memang tidak ada perbedaan secara fisik.

Selain itu, kurangnya pengetahuan masyarakat untuk lebih teliti memeriksa saat menerima uang kembalian setelah berbelanja juga masih sangat minim.

Untuk menghindari semakin banyaknya uang kertas palsu beredar di Enrekang, Pimpinan Cabang (Pinca) BRI Enrekang Bram Agni memberikan edukasi dan masukan kepada masyarakat dan Pemerintah Daerah untuk meningkatkan literasi Keuangan.

” Saran kami, sudah waktunya literasi keuangan di Enrekang meningkat. Pemakaian mesin EDC dan QRIS harus digalakkan agar peredaran uang fisik berkurang, dan safe untuk pengusaha dan masyarakat”. Ujar Bram Agni selaku Pinca BRI Enrekang.

Dia juga menyampaikan agar masyarakat tak perlu khawatir, karena peredaran uang palsu tersebut dipastikan tak bisa masuk ke BRI Enrekang karena untuk setor dan tarik tunai sudah menggunakan alat deteksi.

” Sejauh ini kami di Enrekang belum ada Bu Sri. Namun saya dengar peredarannya sudah masuk Kabupaten. Kami untuk setor dan tarik tunai di Teller memakai alat deteksi. Teller kami juga dilatih untuk menjalankan 3 D. Dilihat, Diraba, Diterawang. Kami upayakan peredaran tersebut tidak masuk ke BRI”. Pungkas Bram Agni. (Sry)