Polrestabes Makassar Blender dan Buang Sabu 1,124 Kg di Closet

Polrestabes Makassar Blender dan Buang Sabu 1,124 Kg di Closet

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Satuan Narkoba Polrestabes Makassar, musnahkan barang bukti narkotika jenis sabu. Pemusnahan sabu tersebut, dilakukan dengan cara diblender di Aula Kapolrestabes Makassar, Selasa (17/9/2024).

Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Lulik mengatakan, pemusnahan barang bukti ini dilakukan dengan cara dimasukan dalam mesin blender, kemudian dicampur dengan air lalu dibuang di closet.

Bacaan Lainnya

“Selanjutnya kita campur dengan cairan pembersih lantai dan dibuang ditempat yang telah disediakan. Itu disaksikan teman-teman dari Propam, “kata Kompol Lulik saat memimpin pemusnahan sabu di Mapolrestabes Makassar, Selasa (7/9/2024).

Lulik menyebut, barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil pengungkapan di wilayah Makassar. Adapun barang bukti yang dimusnahkan yaitu narkotika jenis sabu seberat 1,124 Kg.

“Setelah dilakukan penyisihan untuk pemeriksaan Labfor dan juga kepentingan pembuktian di pengadilan, maka total barang bukti yang dimusnahkan seberat 1,124 Kg, “sebut Lulik.

Lulik menerangkan, sabu yang dimusnahkan tersebut dengan asumsi 1 Gram digunakan lima sampai enam orang, maka yang diselamatkan dari bahaya narkoba sebanyak 5.900 hingga 6.000 jiwa.

“Itu asumsinya antara 5.900 sampai dengan 6.000 jiwa manusia diselamatkan dari pengungkapan narkotika ini. Sementara kalau dirupiahkan, totalnya kurang lebih Rp 1,5 miliar, ” terang Lulik.

Lulik melanjutkan, barang bukti yang dimusnahkan itu disita dari tiga tersangka yang diamankan sebelumnya. Ada beberapa perkara yang masih dilakukan pengembangan.

“Kalau untuk perkejaan dari tiga tersangka, ada yang statusnya sebagai buruh dan juga swasta. Pada umumnya, mereka ini berstatus pengedar, “lanjut Lulik didampingi Wakasat Narkoba, Kompol Dr Aris Abu Bakar.

Disebutkan Lulik, untuk barang bukti yang dimusnahkan ini merupakan tersangka satu jaringan. Sasarannya semua kalangan, mulai dari mahasiswa, masyarakat.

“Bahkan pejabat di beberapa instansi juga juga menjadi sasarannya. Sudah kita kantongi identitasnya, “tutupnya.(Jay)