Merasa Dicemarkan Namanya, Caleg DPRD Sinjai Melapor ke Polda

Merasa Dicemarkan Namanya, Caleg DPRD Sinjai Melapor ke Polda

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Seorang Calon Legislatif (Caleg) DPRD Kabupaten Sinjai dari Partai Nasdem, Nursanti (40), melaporkan seorang pengusaha, Junaidi di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sulsel, Selasa (16/1/2024).

Nursanti melaporkan Junaidi dikepolisian, karena tidak terima dituding sebagai penipu. Penipuan itu dituduhkan kepada Nursanti, akibat uang terlapor (Junaidi) belum dikambalikan oleh pelapor (Nursanti).

Bacaan Lainnya
 

Nursanti mengatakan, pihaknya melapor di Polda Sulsel karena merasa dicermarkan nama baiknya. Pencemaran nama baiknya itu, karena dituduh sebagai penipu oleh terlapor.

“Padahal ini masalah kerjasama di tambang saya. Bagaimana pun juga, saya harus buktikan kalau nama saya dicemarkan sebagai penipu. Jadi intinya saya melakukan pelapor terkait pencemaran nama baik yang dilakukan Junaidi, ” kata Nursanti.

Nursanti menyebut, pencemaran nama baik itu dilakukan terlapor melalu media online, media sosial dan televisi. Ironisnya lagi kata Nursanti, terlapor mengait-ngaitkan namanya sebagai Caleg dan Partai Nasdem.

“Saya akan melakukan perlawanan terhadap Junaidi. Karena saya tidak terima dituduh sebagai penipu. Sedangkan itu uang Rp 1 miliar adalah uang kerjasama dengan menambang di lokasi saya, ” tegasnya.

Terkait uang yang disebut Junaidi Rp 415 juta itu, Nursanti mengaku tidak menerimanya. Karena Nursanti tidak pernah tanda tangan sama sekali. Kalau memang bisa dibuktikan dan siapa saksinya waktu dirinya tandatangan, itu boleh.

“Kalau uang Rp 1 miliar itu memang ada. Karena Junaidi investasi di tambang saya dan memang ada kerjasama, ” ucap Nursanti saat ditemui usia melapor di Mapolda Sulsel, Selasa (16/1/2024).

Sebelumnya, Junaidi mengaku memang ada perjanjian investasi. Perjanjian-perjanjian uang investasinya pun telah ditransfer Junaidi ke Nursanti. Untuk transferan, awalnya Rp 500 Juta. Kemudian, Rp 300 juta dan ada Rp 250 Juta.

“Semua Rp 1.415.000.000. Memang tidak bersamaan di transfer. Awalnya Rp 500 Juta, ada yang Rp 250 Juta, ada Rp 300 Juta, ada juga seratus juta lebih. Semua ada bukti transfernya atas nama Nursanti. Ada atas nama saya yang transfer langsung, ada juga anggota saya yang transfer, “sebut Junaidi.

“Jadi uang Rp 1 miliar yang saya transfer itu, salah satu perjanjian investasi dengan waktu satu bulan. Dimana investasi Rp 1 miliar, dalam jangka waktu satu bulan, kembali Rp 3 miliar, ” sambungnya.

Junaidi mengaku, kasus yang dialaminya berawal saat diajak oleh rekannya melakukan investasi dalam bidang usaha pertambangan nikel milik Nursanti di wilayah Kabupaten Morowali.

Kata Junaidi, perjanjian pinjaman uang itu dilakukan dengan Nursanti pada November 2022 lalu. Saat itu, Nursanti disebut bakal mengembalikan dana Junaidi dalam jangka hanya sebulan.

Junaidi pun bersepakat untuk memberikan pinjaman modal kepada Nursanti. Ditambah, Nursanti disebut juga bakal menjaminkan dua unit mobil mewahnya untuk Junaidi.

“Surat perjanjian itu mobil mercy dan Alphard. Di situ berbunyi apabila dalam jangka satu bulan tidak membayar maka mobil ini jadi jaminan. Tapi saya juga tidak pernah liat, karena katanya masih di leasing, ” jelas Junaidi.(Jay)