Kejati Tetapkan Tersangka Baru Dugaan Korupsi Rp20 Miliar

Kejati Tetapkan Tersangka Baru Dugaan Korupsi Rp20 Miliar

MAKASSAR,UPEKS.co.id— Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sulsel, kembali menetapkan satu tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi pada PT Surveyor Indonesia Cabang Makassar 2019 hingga 2022.

Penetapan tersangka itu dilakukan, setelah penyidik melakukan pemeriksaan lima orang saksi, Selasa (28/11/2023). Dari lima orang saksi yang diperiksa itu, satu orang diantaranya ditemukan minimal dua alat bukti yang cukup untuk menetapkan tersangka.

Bacaan Lainnya
 

Satu orang yang ditetapkan tersangka itu, yakni berinisial JH. Usai ditetapkan tersangka, Tim Penyidik mengusulkan untuk melakukan penahanan terhadap tersangka, guna mempercepat proses penyelesaian penyidikan, serta dikhawatirkan upaya melarikan diri maupun menghilangkan barang bukti.

Asisten Pidana Khusus (As Pidsus) Kejati Sulsel, Jabal Nur dihadapan sejumlah media mengatakan, penetapan status tersangka tersebut berdasarkan Surat Perintah Penetapan Tersangka Kajati Sulsel Nomor P.4/Fd.2/11/2023 28 November 2023.

“Selanjutnya tersangka dilakukan penahanan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Kajati Sulsel Nomor : Print/P.4.5/Fd.2/11/2023 tanggal 28 November 2023,” kata As Pidsus didampingi Kasidik dan Kasi Penkum saat merilis penetapan dan penahanan tersangka kasus tersebut, Selasa (28/11/2023) malam.

Jabal Nur menyebut, tersangka JH ditahan selama 20 hari terhitung sejak 28 November 2023 hingga 17 Desember 2023 di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 1 A Makassar.

Dimana sebelumnya, Tim Penyidik telah menetapkan empat orang tersangka dalam kasus itu dan telah dilakukan penahanan. Mereka adalah MRU selaku Direktur Utama PT. Basista Teamwork, ATL selaku Junior Officer PT Surveyor Indonesia Cabang Makassar yanb juga selaku Proyek Manager/ Personal Incharge (PIC).

Kemudian tersangka TY selaku Kepala Cabang PT. Surveyor Indonesia Cabang Makassar dan AH selalu Kabag Komersil 2.

Adapun modus operandi dan perbuatan para tersangka, yakni tersangka JH selaku orang yang meminjam bendera PT. Basista Teamwork dari tersangka MRU bekerjasama dengan ATL dan TY serta AH.

Para tersangka ini membuat RAB (Rencana Anggaran Belanja) total sebesar Rp. 30.547.296.983 untuk empat pekerjaan/proyek jasa Pengawasan, Konsultasi dan Pendampingan yang seolah-olah sesuai dengan Kegiatan Usaha / Core Bisnis PT. Surveyor Indonesia.

“Selanjutnya tersangka ATL mengajukan dropping dana RAB yang disetujui oleh Kabag Komersil 2 (AH) dan diteruskan oleh tersangka TY ke PT. Surveyor Indonesia,” ucap Jabal Nur.

Setelah dana didropping dari PT. Surveyor Indonesia, dan diteruskan oleh PT. Surveyor Indonesia Cabang Makassar ke rekening tersangka ATL, dana proyek tersebut tidak dibelanjakan sesuai dengan RAB untuk tersebut.

Namun digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka ATL, dan diberikan juga kepada pihak-pihak yang terkait dengan PT. Basista Teamwork, ke PT. Cahaya Sakti dan ke PT. Inovasi Global Solusindo dan juga diberikan ke tersangka TY, MRU, JH dan juga ke tersangka AH.

“Uang juga ada mengalir kebeberapa pihak yang saat ini masih dikembangkan Tim Penyidik,” jelas Jabal Nur.

Akibat perbuatan para Tersangka TY, ATL, MRU, AP dan oknum-oknum lainnya menyebabkan PT. Surveyor Indonesia mengalami kerugian Rp20,066 miliar, berdasarkan temuan Satuan Pengawas Internal PT Surveyor Indonesia Pusat, dimana saat ini sedang dilakukan perhitungan kerugian keuangan negara.(Jay)