SPJM Paparkan Rencana Bisnis dalam Media Gathering

SPJM Paparkan Rencana Bisnis dalam Media Gathering

SPJM Paparkan Rencana Bisnis dalam Media Gathering

MAKASSAR, UPEKS.co.id— Direktur Utama Subholding PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM), Prasetyadi memaparkan sejumlah pencapaian dan rencana bisnis ke depan, saat menggelar Media Gathering perdana di Swiss-Belhotel, Jalan Ujung Pandang No 8, Makassar, Jumat (16/12/2022).

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan tersebut, Prasetyadi menjelaskan bahwa pasca merger dan terbentuknya PT Pelindo Jasa Maritim sebagai salah satu subholding, SPJM fokus pada bisnis di bidang jasa layanan kapal, kelautan, peralatan, dan jasa kepelabuhanan lainnya seperti pengerukan, utilitas dan energi.

Ia menjelaskan, hingga November 2022, realisasi Inisiatif Strategis (IS) SPJM sudah sebesar 89% dari total target IS sepanjang tahun 2022. Terdapat 26 IS dari seluruh kegiatan lini bisnis Marine, Equipment, and Port Service (MEPS).

“Harapan kami ini bisa mencapai 100% pada akhir Desember 2022,” kata Prasetyadi, didampingi oleh Direktur Strategi dan Teknik SPJM Hosadi Apriza Putra.

Sementara untuk rencana bisnisnya, kata Prasetyadi, SPJM kedepannya akan terus mengembangkan standarisasi digital berupa Pengembangan Sistem Operasi Layanan Terpadu alias Phinnisi.

Menurutnya, Phinnisi memungkinkan pelaksanaan seluruh pergerakan di dalam marine secara digital. Ini akan menjadikan SPJM lebih bersih dari kepentingan tertentu, dimana pelanggan dan petugas tidak harus bertemu secara face to face, tetapi sudah menggunakan sistem teknologi.

Selain itu, SPJM juga menerapkan Onshore Power Suply (OPS) untuk wujudkan pelabuhan ramah lingkungan. Selama ini, kapal menggunakan generator sebagai sumber listrik saat bersandar di pelabuhan. Generator tersebut menghasilkan banyak polusi.

Kapal dapat menggunakan listrik dari darat dengan fasilitas OPS. Saat ini sudah ada enam OPS yakni di Jakarta, Malang, Surabaya, NTB, Kalimantan Tengah dan Makassar.

Rencana bisnis penting lainnya yakni mewujudkan pembangunan Crane Lokal secara bertahap sejak 2022 hingga 2025 mendatang.

“Crane akan dibuat di dalam negeri secara bertahap. Tahun ini akan dibangun di beberapa lokasi di Indonesia. Rencana ini juga sejalan dengan instruksi Presiden. Targetnya untuk tahap awal akan dicapai minimal 25%,” pungkasnya. (eky)