Makassar, Upeks.co.id – Erni Damayanti (34), merupakan salah satu peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (PBI APBD) yang telah menerima besarnya manfaat program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Ditemui saat pelayanan Mobile Customer Service (MCS) BPJS Kesehatan saat mengecek kepesertaan JKN miliknya, dirinya mengucapkan sempat memanfaatkan kartu kepesertaan JKN nya itu untuk mendapatkan pelayanan.
“Awalnya saya mengalami benjolan di area leher, namun saya pikir cuma benjolan biasa dan tidak berbahaya, jadi hanya dibiarkan begitu saja benjolan tersebut, dengan harapan benjolan tersebut bisa pulih sendiri,” sebut Erni pada Rabu (23/11).
Tetapi dua tahun yang lalu, benjolan di lehernya mengalami pembengkakan yang menganggu aktivitasnya sehingga Erni sulit bernapas. Erni pun bergegas ke dokter di Puskesmas dan menunjukkan kartu kepesertaan JKN miliknya.
“Kata dokter, saya terkena gondok dan sudah bengkak ke dalam leher dan menyumbat saluran pernapasan. Syukurnya kata dokter, gondoknya masih jinak jadi harus segera ditangani dengan serius,” kenang Erni.
Erni melanjutkan setelah sekitar sebulan berobat di Puskesmas, akhirnya ia dirujuk ke Rumah Sakit Akademis untuk cek kesehatan lebih lanjut. Seperti cek jantung, gula darah dan tes lain selama kurang lebih seminggu sampai akhirnya ia harus menjalani operasi.
Suaminya sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas puas akan pelayanan kesehatan yang didapatnya saat menjalani operasi benjolan di lehernya tersebut.
“Alhamdulillah saya dapat pelayanan yang baik dan cukup memuaskan, prosesnya cepat dan tidak berbelit-belit. Setelah operasi saya dirawat selama satu minggu kamarnya sangat sangat nyaman,” kata Ruslina.
Ia mengatakan tak bisa membayangkan apabila ia tidak terdaftar sebagai peserta JKN. Entah dari mana ia bisa mendapatkan uang karena biaya pelayanan kesehatan yang tinggi karena penghasilan suaminya tidak menentu dan tidak seberapa. Ia pun berharap program ini dapat terus bertahan, karena sangat bermanfaat dan dapat menolong perekonomian masyarakat yang tidak mampu.
“Selama saya gunakan JKN ini, saya tidak pernah dimintai biaya sepeserpun. Mulai dari pemeriksaan, operasi, rawat inap dan obat-obatan, semuanya diberikan gratis. Suami dan anak saya juga pernah menggunakannya untuk berobat, kami tidak bayar sepeserpun. Saya merasa sangat terbantu tidak tahu lagi kalau tidak ada JKN ini,” ungkap Erni.
Erni berharap semoga pemerintah tetap mempertahankan Program JKN ini, karena bagi masyarakat yang tidak mampu sepertinya kepada siapa lagi akan menggantungkan harapan untuk membiayai pengobatan apabila sakit. (Ti)

