ENREKANG, UPEKS.co.id –Pesantren Muhammadiyah Boarding School (MBS) Enrekang baru-baru ini dimasuki pencuri. Sebanyak 7 buah handphone milik santri yang disimpan oleh pengolah MBS dalam satu tempat, raib dicuri. Ini bukan yang pertama, tapi sudah beberapa kali terjadi.
Menurut Ustadz Syahrir salah satu penghuni Pesantren MBS kejadian tersebut sudah dilaporkan ke pihak berwajib, namun hingga saat ini pelaku yang diduga tinggal di sekitar Pesantren MBS masih dibiarkan berkeliaran.
“Saya sudah melaporkan ke polisi tapi oknumnya saya lihat masih bebas berkeliaran. Kami sudah berulang kali kecurian, mulai dari uang Rp3 juta dalam tas bersama surat surat berharga, bahkan kunci rumah juga ada dalam tas tersebut,” ujar Syahrir.
Syahrir yang Pengurus DPD Wahdah Islamiah ini mengatakan pencurinya sangat cerdas. CCTV yang dipasang dirusak sebelum beraksi. Meski demikian sebelum maling itu merusak CCTV aksinya sudah terlebih dulu terekam kamera pemantau, dan rekaman inipun sudah diserahkan ke polisi.
Ustadzah Marwah salah satu pendamping santri di Pesantren MBS Enrekang juga menuturkan, setelah kejadian setiap malam mereka selalu was was jika si maling itu beraksi lagi karena belum adanya tindakan dari pihak berwajib untuk mengamankan pelaku.
“Kami merasa tidak aman lagi setelah kejadian kehilangan barang-barang Santriwati. Paling saya trauma pada beberapa subuh lalu , saat Santri pada shalat subuh di Masjid, saya lagi kurang sehat dan tidak ke Mesjid, saya sendirian di pondok, sekejap saya tidur saat pencuri masuk mengambil 7 HP milik santri dalam kamarku”. Kata Marwah.
“Saya baru sadar saat mau shalat Subuh saya cari mukenah ku, kenapa hilang padahal saya pakai tadi malam, saat itu juga hp yang ada di meja hilang semua. Pagi hari ketahuan bahwa mukenah ku di pakai pencuri turun ke sekitar rumahnya Ust Syahrir,” tambahnya.
Dengan kejadian yang sudah berulang kali ini, Marwah khawatir jika setiap malam anak anak Santri merasa ketakutan akibat trauma.
“Saya sudah melapor ke polisi dan menceritakan semua hal yang terjadi, tapi oknum yang kami duga masih berkeliaran dan masih sempat datang besok subuh nya lagi,” pungkas Marwah.
Dengan adanya kejadian tersebut, Pengelola Pondok Pesantren MBS Enrekang meminta agar Polisi segera menindaklanjuti laporan pihak MBS, sebab jika tidak segera dilakukan tindakan untuk menangkap oknum tersebut, dikhawatirkan pelaku akan terus melakukan hal yang sama ditempat yang sama apalagi oknum yang di duga maling hp dan sejumlah uang di MBS ini berada dan berkeliaran disekitar Pesantren tersebut. (Sry)

