Kades Bontoala Diminta Berhentikan Ketua RW-nya

  • Whatsapp
Kades Bontoala Diminta Berhentikan Ketua RW-nya

GOWA, UPEKS.co.id– Warga Perumahan BTN Anak Gowa, Desa Bontoala, Kecamatan Pallangga menuntut Ketua RW 04 segera diberhentikan atau dipecat dari jabatannya.

“Kami meminta kepada Bapak kepala Desa agar memenuhi permintaan kami untuk memberhentikannya, kami nilai tidak layak menjadi Ketua RW,” kata Muh Aries bersama beberapa warga di Aula Kantor Desa Bontoala, Senin (11/10/2021).

Bacaan Lainnya

Aries bersama beberapa warga menilai ketua RW 04 Askari samad tidak pantas mengemban jabatan sebagai ketua RW karena tidak pro ke warga, sebab apa yang menjadi harapan dan keinginan warga tidak mampu amanahkan untuk ditindak lanjuti.

“Seharusnya ketua RW itu mampu diandalkan agar aspirasi atau keinginan warganya dapat terpenuhi. Contohnya bila ada bantuan dari pemerintah seharusnya kami juga berhak mendapatkan,” katanya.

Kepala Desa Bontoala, Muh. Yusuf Muin yang dikonfirmasi terkait keinginan warganya mengaku telah membahasanya bersama Badan Perwakilan Desa (BPD).

“Surat perihal keinginan warga sebenarnya sudah kami terima sebulan lalu. Kami juga sudah membahasnya. Olehnya itu kami akan mencari tahu kebenaran yang dimaksud warga, kita juga akan melakukan peninjauan serta melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan dan Dinas PMD,” terang Muh. Yusuf Muin.

Yusuf Muin juga mengungkapkan sebenarnya keputusan diberhentikan atau tidaknya ketua RW tergantung keputusan dari BPD.

“Keputusannya ada di BPD, saya hanya menerima hasilnya, jadi hasilnya akan kami sampaikan ke warga setelah kami bahas kembali bersama BPD dan mengecek kebenarannya,” ucapnya.

Sementara itu Ketua RW 04, Askari samad yang di konfirmasi mengatakan usulan warga yang meminta dirinya diberhentikan tidak mendasar.

“Hubungan saya dengan warga baik-baik saja selama ini,” klaimnya.

Askari Samad menegaskan ada mekanisme yang perlu diketahui jika dirinya perlu diberhentikan.

“Secara konstitusi itu seorang ketua RW bisa diberhentikan jika yang bersangkutan meninggal dunia, karena terjerat kasus Asusila, kasus Hukum dan atas kemauannya sendiri untuk berhenti,” jelasnya.

Menurutnya apa diusulkan oleh warga agar dirinya mundur adalah hal yang lumrah saja dan bagian dari demokrasi.

Selain itu dirinya mengaku sampai saat ini belum dimintai konfirmasi dari pihak Desa dan anggota Badan Perwakilan Desa Bontoala. (Sofyan)

 

 

Pos terkait