Literasi Digital Sulawesi 2021 Perhatikan Penggunaan Bahasa Agar Tidak Terjadi Multitafsir

  • Whatsapp
Literasi Digital Sulawesi 2021 Perhatikan Penggunaan Bahasa Agar Tidak Terjadi Multitafsir

 

Pinrang,  Upeks.co.id – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 7 September 2021 di Pinrang, Sulawesi Selatan. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Tema yang diusung pada hari ini yaitu “Jangan Asal Komentar, Kikis Ujaran Kebencian”. Kegiatan webinar yang diselenggarakan secara gratis ini diikuti oleh 822 peserta dari berbagai kalangan.

Bacaan Lainnya

Terdapat empat narasumber yang akan mengisi sesi webinar pada siang ini, di antaranya Wiwiek Dwi Endah selaku penulis, Akbar Datau selaku Nation Ambassador, Dian Muhtadiah Hamna selaku dosen Prodi Ilmu Komunikasi UMM, dan Fajar Abukasi selaku Co Founder Langkakaki.com. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Heri Susanto. 

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

Pemateri pertama, Wiwiek Dwi Endah, membahas tema “Positif, Kreatif, dan Aman di Internet”. Ia mengatakan bahwa internet dapat menambah cuan dan pundi-pundi uang setiap harinya. Namun, dalam internet terdapat pula konten negatif, sehingga perlu dilakukan antisipasi seperti tidak membagikan kata sandi dan mengurangi akses internet yang tidak bermanfaat agar tetap aman dalam berinternet. “Menggunakan internet secara positif, kreatif, sehat, dan aman sangat diperlukan untuk dipahami dan diimplementasikan oleh pengguna internet,” ujarnya. 

Selanjutnya, Dian Muhtadiah Hamna mengangkat tema “Penggunaan Bahasa yang Baik dan Benar di Dunia Digital”. Dian berpesan kepada para audiens, “Biasakan diri dalam menerapkan etika dan keberadaan orang lain di dunia digital, karena apabila kita menerapkan etika berbahasa, maka kita akan terhindar dari jerat hukum akibat salah penafsiran”. Kemudian, pemaparan dilanjutkan dengan menjelaskan bagaimana etika berbahasa yang baik serta materi terkait ujaran kebencian berikut cara penanganannya.

Untuk pemateri terakhir, tema yang dibawakan adalah “Kenali dan Pahami: Rekam Jejak di Era Digital” yang disampaikan oleh Fajar Abukasi. Fajar menjelaskan mengenai perbedaan antara jejak digital aktif dengan pasif. Semakin sering kita menggunakan internet, maka semakin besar kita menyimpan jejak digital, di mana salah satu fungsinya adalah untuk mempersonalisasi layanan dan konten masing-masing pengguna. Tetapi, jejak digital merupakan suatu hal yang permanen sehingga sangat sulit untuk menghapusnya. Oleh karena itu, Fajar memberikan sejumlah langkah untuk menjaga jejak digital.

Setelah sesi pemaparan selesai, moderator membuka sesi tanya jawab yang kemudian disambut hangat oleh para peserta. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang dilontarkan kepada para narasumber. Sebanyak 10 pertanyaan yang terpilih akan mendapatkan uang elektronik sebesar Rp100.000 dari panitia. Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi. 

Salah satu peserta, Linda Riani, bertanya mengenai pendapat Wiwiek terkait anak kecil yang menggunakan internet dengan tidak baik dan bagaimana cara menanganinya. Menurut Wiwiek, anak-anak itu merupakan orang yang masih berada di bawah pengawasan orangtua, sehingga orang tua perlu mengawasi anak-anaknya dalam menggunakan internet.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(rls)