Diduga Jadi Korban Hipnotis, Seorang Kakek Kehilangan Emas 10 Gram

Diduga Jadi Korban Hipnotis, Seorang Kakek Kehilangan Emas 10 Gram
Rumah Ruping (77) yang diduga korban hipnotis di Tinggas Timur, Desa Limbua, Kecamatan Sendana, Majene, Sulbar, Kamis, (19/8/2021).

MAJENE, UPEKS.co.id— Seorang kakek berusia 77 tahun bernama Ruping , warga Tinggas Timur, Desa Limbua, Kecamatan Sendana, Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) diduga menjadi korban hipnotis, sekitar pukul 08.30 Wita, Kamis, (19/8/2021).

Dia tersebut diduga dihipnotis oleh seorang pelaku di rumahnya, di Lingkungan Tinggas Timur. Akibat peristiwa itu, 10 gram emas milik korban dibawa kabur pelaku. Korban baru melaporkan kejadian tersebut ke Polisi sekitar pukul 12.00 Wita.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan kronologi kejadian diketahui ketika korban, tiba-tiba didatangi seseorang yang mengaku berasal dari Desa Lapeo, Kecamatan Campalagian, pelaku menawarkan untuk mengobati korban yang terkena asam urat.

“Pada saat itu pelaku menyuruh bapak saya untuk mengambil air, itu air disuruh tuangkan ke dalam ceret yang ada penutupnya. Kemudian pelaku bertanya, bapak punya emas, lalu bapak saya bilang iya ada di dalam lemari. Selanjutnya bapak ambil emas itu dalam lemari dengan cara merusak kunci, karena kebetulan kuncinya di bawa adik saya,” terang H. Kombo anak dari korban hipnotis, Kamis (19/8/2021).

Lanjut ia menceritakan, setelah korban berhasil mengambil emas dalam lemari, kemudian pelaku meminta korban agar emas tersebut dimasukkan ke dalam ceret yang berisi air, pada saat itu korban pun menuruti kemauan pelaku.

“Sebelum meninggalkan tempat pelaku berpesan kepada bapak saya, nanti kalau sudah masuk waktu dzuhur, baru itu air dipakai berwudhu, tak lama kemudian setelah masuk waktu shalat dzuhur bapak pun berniat ambil air wudhu, sebelum berwudhu itu ceret terlebih dahulu dibuka dan diperiksa itu emas di dalam. Bapak saya kaget karena emas 10 gram yang
disimpan di dalam sudah tidak ada. Di situ baru sadar ternyata ia menjadi korban hipnotis,” ungkap H. Kombo.

Menurut H.Kombo, bahwa ciri-ciri pelaku diketahui berperawakan sedang dan tubuhnya agak gemuk. Pelaku menggunakan sepeda motor warna biru menuju arah Mamuju, pelaku juga mengaku warga dari Desa Lapeo, Kecamatan Campalagian.

“Bahkan pelaku sempat bertanya sama bapak saya, dia bilang bapak kenal dengan pak Darmansyah yang dulu di DPRD. Terus bapak bilang: ia kenal, karena pak Darmansyah sering sama-sama anak saya. Pelaku juga mengaku berasal dari Campalagian. Atas kejadian itu, bapak saya sudah melapor ke Polisi,” kata H. Kombo. (Ali)

 

Pos terkait