BANTAENG,UPEKS.co.id— Sebanyak 92 orang peserta yang berasal dari sekretaris desa dan Kader Pembangunan Manusia (KPM) ikut Rapat Koordinasi (Rakor) KPMyang dibagi dua angkatan. Setiap angkatan sebanyak 46 orang.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMDP3A) Kabupaten Bantaeng di Gedung PGRI Bantaeng, selama dua hari, Rabu-Kamis (14-15/7/2021).
Kabid kelembagaan DPMDP3A Bantaeng, Esly Karim, mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk pencegahan stunting dilakukan oleh KPM. Dimana merupakan salah satu langkah pemerintah pusat bersinergi mengatasi pemerintah daerah (Pemda) guna mengatasi keterbatasan dalam pemetaan kasus stunting.
“Melalui rakor ini diharapkan KPM lebih memahami apa yang akan dilakukan dalam membantu pemerintah untuk pencegahan stunting di desa,” pungkasnya.
Sementara itu, Amirullah dari Dinas Kesehatan yang juga sebagai narasumber Berharap agar para kader KPM mampu mengaplikasikan kegiatan kegiatannya pada masyarakat.
Menurutnya, stunting itu tidak bisa diselesaikan oleh satu sektor saja, tetapi harus multi sektor. Di mana intervensi yang harus dilakukan bukan hanya kesehatan
“Dinas Kesehatan itu hanya bisa menyelesaikan 30 persen masalah stunting, sedangkan 70 persen diselesaikan oleh sektor lain,” ungkap Amirullah
Untuk itu lanjutnya, diharapkan para KPM bisa membantu memfasilitasi Pemda dalam hal mengatasi masalah stunting, dalam hal pengumpulan data.
“Tentunya dari pengumpulan data itu bisa dianalisis, selanjutnya ditindaklanjuti,” tandasnya. (Irwan Patra)

