Sekolah Kepemimpinan Zakat Tawarkan Model UPZ Berbasis Kelurahan kepada Pimpinan Baznas Kota Makassar

Sekolah Kepemimpinan Zakat Tawarkan Model UPZ Berbasis Kelurahan kepada Pimpinan Baznas Kota Makassar

MAKASSAR, UPEKS.Co.id– Sebagai solusi dalam optimalisasi pengelolaan zakat di Kota Makassar maka Sekolah Kepemimpinan Zakat, Yayasan Edukasi Zakat Indonesia menawarkan sebuah model Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang berbasis Kelurahan di Kota Makassar.

Demikian disampaikan Dr. Agussalim Rahman selaku Direktur Sekolah Kepemimpinan Zakat Ketika melakukan silaturahmi dan perkenalan dengan Pimpinan Baznas Kota Makassar periode 2026 – 2031, Kamis (23/7/2026).

Bacaan Lainnya

Turut serta dalam silaturahmi itu Pembina YEZI, Prof. Dr. H. Muhammad Asdar, Ketua YEZI Prof Dr Hamzah Khairiyah, Sekretaris Takbir Baso, S,Th.I, M.Th.I dan Dr. Sennahati Kepala Lembaga Pengabdian dan Literasi yang juga Rektor Universitas Syekh Yusuf.

Pengurus Sekolah Kepemimpinan Zakat diterima oleh Pimpinan BAZNAS Kota Makassar Dr. H. Usman Sofian, MA, Dr. Yusran Sofyan, SE, S.Kom, M.Si, Dr. Abd. Azis Ilyas, S.Ag, MH, H. Ahyar Amnur, S.Pd, M.Pd dan Prof. Dr. Yusriani, S.KM, M.Kes.

Dalam kesempatan itu Agussalim Rahman terlebih dahulu memperkenalkan Sekolah Kepemimpinan Zakat sebagai unit kerja dari Yayasan Edukasi Zakat Indonesia memiliki 3 pilar yaitu Penelitian dan Publikasi, Pendidikan dan Pelatihan, Pengabdian dan Literasi Zakat. Fokus utama kegiatan pada optimalisasi zakat sehingga memiliki posisi sebagai mitra strategis Badan Amil Zakat Nasional.

Menanggapi tawaran Sekolah Kepemipinan Zakat untuk mengembangkan model UPZ berbasis Kelurahan, Waka IV Baznas Kota Makassar Prof. Dr. Yusriani mengatakan bahwa saat ini telah hadir lebih 1.000 UPZ di Kota Makassar baik yang berbasis di Masjid, Instansi pemerintah, swasta, BUMN dan Perusda sehingga tawaran ini perlu disinkronisasi supaya tidak terjadi tumpeng tindih dalam implementasinya.

Untuk itu, diperlukan informasi dan pembahasan lebih lengkap mengenai model UPZ berbasis Kelurahan analisis dampak dari program yang telah dilaksanakan Sekolah Kepemimpinan Zakat sebelumnya.

Selanjutnya Dr. Agussalim Rahman menambahkan bahwa UPZ berbasis kelurahan yang ditawarkan memiliki beberapa karakteristik yang membedakan dengan model UPZ yang telah ada yaitu, lebih proaktif melakukan edukasi dan literasi zakat kepada masyarakat dengan menyiapkan tenaga konsultan zakat yang telah dilatih sebelumnya dan focus pada zakat maal selain zakat penghasilan sehingga potensi zakat dapat digali secara optimal.

Sementara itu Waka I Dr. Yusran Sofyan menyampaikan beberapa gagasan untuk optimalisasi pengelolaan zakat di Kota Makassar diantaranya akan membuka Baznas Filantropi Academy untuk menyiapkan tenaga yang kompeten dalam melakukan edukasi zakat serta program UPZ Hijau yang juga ikut serta membantu pemerintah kota Makassar dalam mengatasi permasalahan sampah dan lingkungan.

Gagasan dan tawaran yang dibahas dalam kesempatan silaturahmi tersebut akan dimatangkan dalam kegiatan Focus Group Discussion dengan melibatkan stakeholder yang lebih luas. (rls)