Digitalisasi Layanan RS Jadi Kunci Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan

  • Whatsapp

Digitalisasi Layanan RS Jadi Kunci Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan

Mamuju, Upeks.co.id– Dalam rangka meningkatkan mutu layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), BPJS Kesehatan Cabang Mamuju bersama dengan perwakilan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) melaksanakan acara gathering bersama perwakilan RSUD Provinsi Sulawesi Barat, RSUD Kabupaten Mamuju dan RS Mitra Manakarra, Rabu (16/06).

Bacaan Lainnya

Dalam gathering ini dilaksanakan pula Best Practice Sharing (BPS) dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. Margono Soekarjo dan Rumah Sakit Umum (RSU) Aisyiyah Ponorogo.

Wakil Direktur Keuangan dan Umum Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. Margono Soekarjo, Yunita Dyah Suminar menekankan pentingnya digitalisasi pada era modern ini. Menurutnya, digitalisasi yang dilakukan rumah sakit mempermudah administrasi pasien karena data digital yang terpusat (database data).

“Keamanan data digitalisasi rumah sakit juga terjamin dengan mekanisme pengamanan data sesuai hak akses data. Pastinya akan lebih akuntabel, efektif dan efisien,” ujar Yunita.

Dalam implementasinya, RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo menerapkan layanan digital RS melalui electronic validation (e-VA) yang sudah berjalan sejak tahun 2018 dalam  mengelola klaim medis.

“Electronic Validation (e-VA) adalah aplikasi milik RSMS mulai tahun 2018-2021 sebagai strategi klaim tiap tanggal 3 bulan berikutnya dan 100% terklaim. Aplikasi ini terintegrasi dengan rekam medik elektronik dan aplikasi lainnya. Pelaksanaannya dilakukan verifikasi berjenjang setiap lini pelayanan dengan hak akses pada verifikator RSMS dan verifikator BPJS Kesehatan,” lanjut Yunita.

Sementara, Direktur RSU Aisyiyah Ponorogo, dr. Wegig Widjanarko menyampaikan bahwa pengelolaan sistem antrean online di tempatnya sudah berjalan sejak tahun 2019 dan akan terus dikembangkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan

“Awalnya dilakukan dengan versi 1, yakni masih menggunakan tampilan nomor antreann dan estimasi perkiraan waktu dilayani. Kemudian pada tahun 2021 dikembangkan sistem antrean online versi 2 yang mempunyai kelebihan antara lain pasien dapat memilih dokter, fasilitasi check in ada pada Mobile JKN dan waktu tunggu menyatu dalam sistem,” tutur Wegig.

Pada sesi akhir acara gathering, Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan Cabang Mamuju, Kiki Kusumawati Sudirman, menyampaikan harapannya kepada para perwakilan rumah sakit yang melaksankan vicon secara offline di Kabupaten Mamuju segera melakukan perubahan setelah melihat perkembangan layanan digital rumah sakit dan sistem antrean online.

“Terima kasih telah mengikuti gathering FKRTL Kabupaten Mamuju, Kami berharap perwakilan rumah sakit di Kabupaten Mamuju akan merumuskan strategi yang tepat dalam rangka pengembangan layanan digital pada rumah sakit,” ungkap Kiki.(jamkesnews)

Pos terkait