PLN UIP Sulawesi Bangun Greenhouse dan Rumah Kompos untuk Meningkatkan Produktivitas Kelompok Wanita Tani di Luwu Timur

PLN UIP Sulawesi Bangun Greenhouse dan Rumah Kompos untuk Meningkatkan Produktivitas Kelompok Wanita Tani di Luwu Timur

Luwu Timur, Upeks.co.id– PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi telah meresmikan bantuan pembangunan greenhouse dan rumah kompos bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) Wulasi Mandiri di Desa Manurung, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Selasa (28/7). Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas produksi pertanian organik, memperkuat kemandirian kelompok, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar pembangunan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kV Wotu–Bungku.

 

Bacaan Lainnya

Peresmian program dihadiri Wakil Bupati Luwu Timur Dra. Hj. Puspawati Husler, Ketua TP PKK Kabupaten Luwu Timur sekaligus Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dr. Ani Nurbani, MARS, Kepala Desa Manurung, sejumlah kepala desa di wilayah sekitar, serta jajaran PLN UIP Sulawesi.

 

Melalui program tersebut, PLN UIP Sulawesi membangun greenhouse sebagai sarana pembibitan tanaman, rumah kompos, sistem pengairan sederhana, dan sanggar tani. PLN juga memberikan dukungan berupa benih, media tanam, serta berbagai peralatan pertanian untuk menunjang kegiatan budidaya kelompok. Selain bantuan sarana dan prasarana, sebanyak 12 anggota KWT Wulasi Mandiri memperoleh pelatihan pembuatan kompos untuk mendukung penerapan pertanian yang lebih ramah lingkungan.

 

General Manager PLN UIP Sulawesi I Gusti Made Aditya San Adinatha mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen PLN untuk memastikan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan turut memberikan nilai tambah bagi masyarakat di wilayah sekitarnya. “PLN ingin memastikan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Oleh karena itu, program TJSL kami arahkan untuk memperkuat potensi lokal yang telah berkembang agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” ujar Aditya.

 

Menurutnya, dukungan fasilitas dan peningkatan kapasitas tersebut diharapkan dapat memperkuat produktivitas KWT Wulasi Mandiri sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih besar bagi para anggotanya. “Kami berharap dukungan ini dapat membantu KWT Wulasi Mandiri meningkatkan kualitas pembibitan, mengembangkan pertanian organik, serta memperluas peluang usaha dan pemasaran produk pertaniannya,” tambahnya.

 

Wakil Bupati Luwu Timur Dra. Hj. Puspawati Husler mengapresiasi kontribusi PLN UIP Sulawesi dalam mendukung pengembangan sektor pertanian dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Luwu Timur. “Kami mengapresiasi PLN UIP Sulawesi atas dukungannya kepada Kelompok Wanita Tani di Desa Manurung. Fasilitas yang telah diberikan ini hendaknya dimanfaatkan dengan baik, dirawat bersama, dan terus dikembangkan agar dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang,” ujarnya.

 

Puspawati juga berharap fasilitas tersebut dapat berkembang menjadi pusat pembelajaran pertanian organik bagi masyarakat di Kabupaten Luwu Timur. “Jadikan tempat ini sebagai ruang untuk belajar, berbagi pengalaman, dan melahirkan berbagai inovasi baru dalam pengembangan pertanian organik,” lanjutnya.

 

Ketua KWT Wulasi Mandiri, Nurhapidah, mengatakan bantuan tersebut menjadi dukungan penting bagi kelompoknya yang selama ini terus mengembangkan budidaya sayuran organik. “Permintaan terhadap sayuran organik terus meningkat, sedangkan fasilitas yang kami miliki sebelumnya masih terbatas. Bantuan dari PLN UIP Sulawesi memberikan kesempatan bagi kami untuk meningkatkan kualitas pembibitan, memproduksi kompos secara mandiri, dan mengembangkan usaha pertanian dengan lebih baik. Terima kaih PLN” tuturnya.

 

Program pembangunan greenhouse dan rumah kompos bagi KWT Wulasi Mandiri merupakan bagian dari implementasi TJSL PLN UIP Sulawesi dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) 8, yakni Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui penguatan usaha produktif masyarakat di sekitar pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan. (*)

Pos terkait