Wujudkan Kualitas Pengelolaan Keuangan, DJPb Sulsel dan Pemkab Takalar Teken MoU

  • Whatsapp
Wujudkan Kualitas Pengelolaan Keuangan, DJPb Sulsel dan Pemkab Takalar Teken MoU
Kepala Kanwil DJPb Sulsel, Syaiful bersama Bupati Takalar Syamsari Kitta, melakukan penandatanganan nota kesepahaman MoU, Senin (21/6/2021).

MAKASSAR, UPEKS.co.id– Guna mewujudkan peningkatan kualitas pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan pemerintah pusat dan daerah. Kantor Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan penandatanganan nota kesepahaman MoU dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Takalar, Senin (21/6/2021).

Kepala Kanwil DJPb Sulsel, Syaiful mengatakan melalui penandatanganan MoU tersebut bagian dari koordinasi dan pendampingan dengan Pemkab Takalar dengan memperhatikan prinsip-prinsip kesetaraan dan kemanfaatan bersama dalam pengelolaan keuangan.

Bacaan Lainnya

“Peran strategis Dana Transfer dan Dana Desa untuk meningkatkan ruang fiskal dalam rangka pembangunan daerah. Oleh karena itu, Pemkab Takalar perlu menyiapkan strategi terbaik untuk memastikan penyaluran Dana Transfer dan Dana Desa dapat diselesaikan lebih cepat dari target waktu yang ditetapkan,” ungkap Syaiful.

Ia mengatakan beberapa progres capaian pelaksanaan anggaran sampai dengan 21 Juni 2021. Penyaluran Dana Transfer dan Dana Desa di Kabupaten Takalar telah mencapai Rp399,86 miliar atau 46,17% dari pagu Rp865,78 miliar.

Realisasi tersebut terdiri dari Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar Rp8,87 miliar atau 59% dari pagu Rp15,03 miliar, Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp285,58 miliar atau 50,55% dari pagu Rp564,93 miliar, DAK Non Fisik sebesar Rp64,86 miliar atau 52,52% dari pagu Rp123,48 miliar.

DAK Fisik sebesar Rp5,51 miliar atau 7,08% dari pagu sebesar Rp77,84 miliar. Dana Desa sendiri telah realisasi sebesar Rp34,88 miliar atau 41,28% dari pagu Rp84,49 miliar.

Ia menegaskan, Pemkab Takalar harus meningkatkan pengelolaan keuangan yang berkualitas, mengingat capaian opini LKPD Pemkab Takalar yang sampai dengan saat ini belum mencapai opini WTP.

“Selain fokus terhadap percepatan penyaluran Dana Transfer dan Dana Desa, Kanwil DJPb Sulsel saat ini memberikan perhatian penuh terhadap UMKM melalui sinergi dengan stakeholder seperti Pemda dan Perbankan serta Lembaga Keuangan Non-Bank melalui penyaluran KUR dan UMi,”ujarnya.

Ia menyebutkan sampai dengan 21 Juni 2021, di Kabupaten Takalar telah tersalur sebesar Rp217,24 miliar untuk 5.943 pelaku UMKM dan pembiayaan UMi sebesar Rp6,21 Miliar untuk 1.682 pelaku usaha mikro.

Sementara Bupati Kabupaten Takalar Syamsari Kitta, mengapresiasi kegiatan tersebut, mengingat Kabupaten Takalar belum bisa mendapatkan Opini Wajar Tanpa Pengecualian. Meskipun demikian dirinya berharap kedepannya Kabupaten Takalar bisa meraih WTP.

“Kita harus berbesar hati, meskipun Kabupaten Takalar belum bisa meraih opini WTP, karena masih ada perlu pembenahan secara internal,” ujar Syamsari.

Melalui penandatanganan MoU tersebut, sambung Syamsari mampu mendorong perekonomian daerah. “Ini mendorong perekonomian daerah dan kami sadari itu, apa lagi dimasa pandemi dimana kita harus melakukan pemulihan ekonomi nasional,” tutupnya. (Rasak)

 

Pos terkait