Pesantren Ramadan Virtual UMI Bahas Alquran Sebagai Obat

  • Whatsapp
Pesantren Ramadan Virtual UMI Bahas Alquran Sebagai Obat

MAKASSAR.UPEKS.co.id—Alquran sebagai obat (Syifaa), jadi topik pembahasan Pesantren Ramadhan Virtual UMI hari ke-20, Ahad (2/5) menghadirkan Dr.H.M.Khidri Alwi, M.Kes, M.A (Wakil Dekan IV FKM UMI).

Hadir pula Kabid Konseling UPT PKD UMI, Syahrul, M.P.Si, Kabid. Masjid Drs.H.Abd.Hamid Sulaiman, Wakil Dekan IV Teknik dan WD4 Fak. Sastra, KTU UPT PKD Ir.Rusli Roy, serta sejumlah dosen dan mahasiswa UMI, Kegiatan dipandu Host, Dr.M.Ishaq Shamad dan Dr.Nurjannah Abna.

Bacaan Lainnya

Dr.Khidri Alwi menjelaskan, tiga jenis penyakit, penyakit jasmani, rohani dan jiwa. Sasaran penyakit yang bisa diobati Al-Qur’an, ketiga jenis penyakit tersebut.

Penyakit rohani sangat berbahaya, karena banyak kasus, seperti
pembunuhan dan korupsi berasal dari penyakit rohani.

Selain itu penyakit rohani juga dapat menggerogoti kesehatan jasmani. Oleh karena itu, al-Qur’an menjadi pengobat bagi hati/qalbu yang gundah, sebagaimana Allah berfirman yang artinya “hanya dengan berzikir kepadaAllah, hati menjadi tenang”.

Inilah terapi yang dijadikan sebagai pengobat dengan berzikir atau melakukan perbuatan amal baik yang bisa membuat hati kita tentram.

Itulah sebabnya, kita tidak bisa berpisah dengan al-Quran dan mari menjadikan bulan Ramadhan sebagai wahana kajian dan mentadabbuuri Al-Qur’an, ajaknya.

Syahrul, M.Psi menambahkan, salah satu hasil penelitian ahli di Jepang menemukan, air yang dihembuskan dengan ayat-ayat Al-Qur’an dan hal-hal yang baik, memiliki partikel yang lebih banyak dibandingkan partikel air yang dihembuskan dengan hal-hal yang buruk.

Ini menunjukkan ayat Al-Qur’an yang dijadikan orang tua dulu atau para ulama dalam mengobati orang yang sakit dengan terapi air minum terbukti memberi penyembuhan.

Selain itu, banyaknya penyakit ruhani yang dialami manusia saat ini, seperti korupsi dan sifat materialisme, karena nafsu manusia yang mau memiliki materi yang berlebihan dan dipengaruhi oleh syetan. Oleh karena itu, Al-Qur’an sebagai pengobat sakit rohani sangat manjur untuk itu, jelasnya.

Host Dr.M.Ishaq Shamad menambahkan, penelitian psikolog terhadap sekuntum bunga yang disimpan di dalam pot di kamar, kemudian diperdengarkan musik instrumental yang lembut lebih tahan lama/tidak layu dibandingkan dengan pot bunga yang diperdengarkan lagu-lagu keras/rock.

Ini menunjukkan kelembutan dan kasih sayang dapat memperpanjang lamanya kesegaran usia tanaman.

Demikian pula-lah manusia yang diperlakukan dengan lembut dan kasih sayang, akan merasakan kesegaran dan kebahagiaan yang lebih lama, demikianlah Al-Qur’an sebagai syifaa’/pengobat bagi hati yang gundah dan gelisah, jelasnya. (rls).

Pos terkait