Madrasah Multilingual Sulsel Memungkinkan Terbangun di Soppeng

  • Whatsapp
Madrasah Multilingual Sulsel Memungkinkan Terbangun di Soppeng

MAKASSAR.UPEKS.co.id— Program pembangunan Madrasah Bilingual Sulawesi Selatan (Sulsel) telah memasuki babak survei lokasi. Kementerian Agama sebagai inisiator program ini telah mendapat tawaran tiga lokasi yang berada di Kabupaten Soppeng.

Pihak Kemenag Sulsel bersama Pemkab Soppeng telah melakukan survei di tiga lokasi yang diunggulkan. Hadir dalam peninjauan lokasi ini, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Sulsel, Khaeroni, Bupati Soppeng, Kaswadi Razak, dan dua pengusaha Perry Tristianto serta Wijaya Vishindas.

Bacaan Lainnya

Kakanwil Kemenag Sulsel, Khaeroni mengungkapkan, Pemkab Soppeng menyiapkan tempat yang statusnya siap pakai.

“Kami mendapat tawaran tiga lokasi yang sama-sama layak, tinggal kita kaji mana yang lebih strategis,” katanya saat meninjau lokasi di desa Gattareng Toa, Kecamatan Marioriwawo Kabupaten Soppeng, Sabtu (27/3/2021).

Lokasi ini merupakan lereng pegunungan berketinggian 700 meter di atas permukaan laut. Bupati Soppeng Kaswadi Razak berjanji akan melepaskan aset milik Pemkab 25 hektare tersebut untuk digunakan sebagai Madrasah Program Kebahasaan Multilingual.

Alternatif kedua berada di Desa Patampanua, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng. Lahan ini merupakan area seluas 100 hektare yang kini berupa kebun yang berkontur perbukitan dengan ketinggian 120 meter di atas permukaan laut. Tanah ini merupakan aset pribadi bupati Soppeng yang siap dihibahkan sebagian sesuai keperluan pembangunan.

Kedua lokasi ini memiliki bentang alam perbukitan subur sehingga suasananya mendukung sebagai camp pembelajaran.

Selain itu dalam jangka panjang lokasi tersebut juga akan dijajaki untuk dibangun wisata alam.

Bupati Soppeng, Kaswadi Razak, mengaku akan menfasilitasi lokasi dan juga membantu pelepasan asetnya. Ia menyambut gembira apabila daerahnya dapat menjadi lokasi Madrasah Multilingual. Dengan adanya lembaga pendidikan bahasa yang menjadi rujukan nasional, ia berharap dapat menyuburkan iklim keilmuan di daerahnya serta memiliki multiplier effect secara ekonomi.

“Kami senang dapat menjadi tuan rumah madrasah bahasa pertama di Indonesia ini. Saya percaya ini investasi jangka panjang bagi pembangunan pendidikan anak-anak kita,” katanya.

Madrasah program Kebahasaan Multilingual merupakan program yang diinisiasi Kemenag Sulsel. Gagasan ini telah mendapat dukungan berbagai instansi terkait, seperti Pemprov Sulsel dan Pemkab Soppeng.

Madrasah ini statusnya pengembangan dari Madrasah Aliyah Negeri yang sudah ada dengan penambahan program pembelajaran khusus Kebahasaan.

Madrasah yang menerapkan edukasi alam ini akan dikelola secara profesional sebagaimana manajemen pengelolaan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia yang kini telah dibangun di 20 kota di seluruh Indonesia.

Tahap awal rencananya madrasah ini akan membuka lima program bahasa,Inggris, Perancis, Jerman, Arab, dan Mandarin dengan kapasitas 500 siswa.

Madrasah ini juga akan dilengkapi pembelajaran sistem pesantren yang secara sinergis akan saling mendukung dengan sekolah formal dalam hal praktek penggunaan bahasa asing secara rutin.

Madrasah direncanakan akan menggunakan model seperti Kampung Multilingual (Summer Camp,) dengan skala yang lebih besar dan cakupan bahasa yang lebih luas. (rls).

Pos terkait