Pemkab Majene Evaluasi Penanganan Jenazah Pasien Corona

  • Whatsapp

MAJENE, UPEKS.co.id—Sempat terjadinya permasalahan yang berkaitan
dengan penguburan jenazah salah seorang yang terkonfirmasi positif
Corona di Lingkungan Pappota, Kelurahan Labuang, Kecamatan Banggae
Timur, Kabupaten Majene, dijadikan bahan evaluasi oleh Satuan Tugas
(Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Majene.

Plt. Bupati Majene, Lukman, meminta agar permasalahan tersebut tidak
terjadi lagi. Ia menilai, banyak faktor yang membuat permasalahan
penanganan pemakaman jenazah Covid-19 di wilayah yang dipimpinnya itu
sempat terkendala.

Bacaan Lainnya

“Diantaranya, yaitu kurangnya komunikasi dan informasi yang
disampaikan, terlambatnya hasil swab yang keluar,” ujar Lukman, Selasa
(12/1/2021).

Selain itu kata Lukman, adanya informasi yang tidak bisa dibuktikan
kebenarannya, membuat pandangan masyarakat terkait Covid-19 menjadi
bertolak belakang.

Hal-hal seperti ini, kata Lukman, yang membuat gejolak di masyarakat,
sehingga imbasnya ada penolakan terkait penguburan jenazah pasien
Covid-19,”Sehingga, kita harus terus memberikan bimbingan dan edukasi
kepada masyarakat, terkait Covid-19 ini,” kata Lukman.

Sementara Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid19 Majene, Sirajuddin
mengatakan bahwa Standar Operasionasl Prosedur (SOP) pemulasaran dan
penguburan jenazah Covid-19 di Kabupaten selam ini sudah sesuai
prosedur.

“Kita menggunakan SOP yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan
(Kemenkes). SOP tersebut, mengatur tentang penanganan jenazah
terkonfirmasi Covid-19, yang meninggal di rumah sakit ataupun non
rumah saki.  Sebenarnya juga meskipun swabnya belum keluar, kalau
pasien sudah dinyatakan suspect itu seharusnya penanganannya sesuai
protocol covid dan dibuktikan dengan surat dari medis,” ujar
Sirajuddin.(Alim).

Pos terkait