Dua Pasien Covid-19 Meninggal, Brimob Bone Kawal Ketat Proses Pemakaman 

  • Whatsapp
Dua Pasien Covid-19 Meninggal, Brimob Bone Kawal Ketat Proses Pemakaman 

BONE, UPEKS.co.id — Dua pasien terkonfirmasi positif Covid-19, MT (62) warga Kelurahan Walannae Kecamatan Tanete Riattang dan NM (62) warga Desa Cinennung Kecamatan Cina meninggal dunia di RS Muhammad Yasin Kabupaten Bone, Selasa (12/1/21).

Kedua Jenazah terkonfirmasi positif Covid 19 ini dikebumikan dengan protokol pemakaman  Covid-19 di Desa Tirong Kecamatan Palakka  Kabupaten Bone.

Bacaan Lainnya

Dalam proses pemakaman ini, personel Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel dengan menggunakan perlengkapan pengamanan lengkap, mengawal jalannya proses pemakaman jenazah tersebut.

Selain personel Brimob Bone, tampak pula personel dari Kodim 1407 Bone, Denpom XIV/1 Bone, Polres Bone dan Satpol-PP Kabupaten Bone yang juga tergabung dalam Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 (PPC-19) Bone.

Komandan Batalyon (Danyon) C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel Kompol Nur Ichsan mengatakan, personel Batalyon C Pelopor turut serta dalam pengawalan pemakaman jenazah pasien terkonfirmasi positif Covid 19.

Menurut Ichsan, ada 1 regu personelnya yang ikut mengawal proses pemakaman jenazah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Desa Tirong, sebagai bagian dari tim pemulasaran jenazah Covid 19 Kabupaten Bone.

“Tugas kami disini ialah mengamankan jalannya proses pemakaman jenazah Covid-19 ini, agar berjalan dengan lancar sebagai wujud dari Bhakti Brimob Untuk Indonesia, ” ucap Ichsan.

“Setelah melaksanakan pengawalan para personel yang telah ditujuk ini akan kami arahkan untuk melakukan isolasi mandiri demi keamanan bersama, ” tambah Ichsan.

Sementara itu, Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Sulsel Kombes Pol Muhammad Anis menjelaskan, personel Satbrimob Polda Sulsel dalam pengamanan proses pemakaman jenazah terkonfirmasi positif Covid-19.

“Meskipun memiliki resiko tinggi tertular virus corona, demi mewujudkan Bhakti Brimob Untuk Indonesia dan untuk kebaikan bersama, kami akan terus melakukan pengawalan ketat terhadap proses pemakaman jenazah positif Covid-19, ” jelas Anis.

“Saya juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mengambil paksa jenazah terkonfirmasi positif Covid-19, agar penyebaran virus ini dapat kita tekan bersama, ” imbuhnya.(Jay)

Pos terkait