Elektoral di Bawah 50 Persen, Warning Bagi Basli Ali

Elektoral di Bawah 50 Persen, Warning Bagi Basli Ali

Elektoral di Bawah 50 Persen, Warning Bagi Basli Ali

MAKASSAR, UPEKS.co.id – Dalam pertarungan duel head to head di Pilkada, jika tingkat elektoral calon petahana  berada di bawah 50 persen patut ditafsirkan sebagai sinyal bahaya.

Bacaan Lainnya

Demikian kesimpulan yang disampaikan pakar politik dari Universitas Hasanuddin (Unhas), Dr Sawedi  Muhammad, M.Sc, dalam diskusi politik bertema “Bedah peta elektoral Pilkada Selayar” di Warkop Aleta Lt. 2,  Toddopuli, Makassar, Minggu (1/11/2020).

Sawedi menanggapi hasil survei PT. Indeks Politica Indonesia (IPI) yang diungkap direktur eksekutif Suwadi Idris  Amir dalam diskusi politik tersebut. Menurutnya, posisi pasangan Muh Basli Ali-Saiful Arif sedang berada di ujung  tanduk.

“Kalau petahana surveinya di bawah 50 persen itu tandatanya sekali! Pengalaman di berbagai pilkada, jika head to  head sangat berbahaya bagi penantang kalau elektabilitasnya di bawah 50 persen. Dan itu menjadi cerminan  kepuasan publik rendah,” kata Sawedi.

Isu rendahnya kepuasan publik jika dimanfaatkan dan dikelola penantang dengan baik, akan menjadi pukulan  mematikan bagi calon petahana.

“Apalagi selisihnya tipis. Selisih yang sangat tipis ini bisa dimanfaatkan penantang, dan saya kira justru dia (Dr  Zainuddin-Dr Aji Sumarno.red) yang akan menjadi juara,” prediksi Sawedi.

Ahli sosiologi politik ini juga menyarankan penantang untuk mengakselerasi kampanye dari pulau ke pulau.

Kampanye media sosial menurutnya kurang efektif di Pilkada Selayar sebab jaringan internet sulit di wilayah  kepulauan.

“Tidak ada jalan lain selain memaksimalkan door to door campaign. Dan itu menjadi penentu siapa yang akan  memenangkan Pilkada Selayar,” sarannya.

*Waspadai Politik Uang.

Pakar politik dari Universitas Bosowa (Unibos), Dr Arief Wicaksono, S.Ip, MA, memprediksi praktik politik uang  akan mendominasi pertarungan head to head di Pilkada Selayar.

Menurutnya, berdasarkan pengalaman di berbagai Pilkada, posisi calon petahana akan sulit dalam skema head to  head sebab elektabilitasnya akan terus mengalami penurunan. Sebaliknya penantang akan mengalami peningkatan elektoral.

“Yang harus diwaspadai adalah money politik. Karena hanya money poltik yang dibungkus dengan program  apapun, yang bisa menghentikan laju penantang. Di Selayar besar potensi money politik akan massif karena  Selayar itu hampir selalu tidak menjadi perhatian publik di Sulawesi Selatan,” kata Arief dalam diskusi tersebut.

Berbeda dengan Sawedi, Arief tidak menyarankan Dr Zainuddin sebagai mantan wakil bupati untuk menggunakan  isu kepuasan publik yang rendah dalam menggembosi pendukung calon bupati petahana, Muh Basli Ali.

“Isu kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Selayar di periode kematin, itu bisa menjadi backfire kepada  Pak Zainuddin. Karena dia masih bersama Pak Basli Ali pada waktu itu,” imbuh Dekan Fakultas Ilmu Politik dan  Ilmu Sosial Unibos ini. (mah)

Pos terkait