MAKASSAR.UPEKS.co.id—Menuju terwujudnya cita-cita World Class University (Universitas Berkelas Dunia), UMI terus aktif melakukan berbagai terobosan dalam bentuk inovasi kreatif.
Kali ini UMI mengagas kegiatan virtual bertajuk International Conference on halal issue policy and sustainabilty. Rencananya, dilaksanakan 27-29 November 2020.
Demikian dikemukakan Ketua Panitia International Conference, Prof Dr Ir Hatta Fattah usai launching International Conference on Halal Issue Policydam Sustainability di lantai 9 Menara UMi Jl. Urip Suimiharjo, Senin (28/9).
Launching dihadiri Ketua Pembina YW UMI, Prof Dr H Mansyur Ramly SE, Msi,
Ketua Pengurus HM Mokhtar Noer Jaya SE Msi, Ketua Pengawas YW UMI, Prof Dr H Syahrir Mallongi SE Msi, Rektor UMI Prof Dr H Basri Modding SE Msi Kabid Pendidikan YW UMI, Prof Dr Hj Masrurah Mokhtar MA, WR 1, Dr Ir H Hanafi Ashad MT, WR 2
Rektor II Prof. DR H Salim Basalamah SE MSi dan Ismail Wekke,Ph.D, Steering Commitee.
Menurut Hatta Fattah, terkonfirmasi sudah 13 negara akan bergabung dalam kegiatan virtual skala internasional
tersebut. Tak menutup kemungkinan akan bertambah lagi.
Negara yang siap gabung itu termasuk, Malaysia,Kamboja, Thailand,Brunei Darussalam,Bahrein/Afrika, Australia, Canada, Arab Saudi,Jepang dan Korea Selatan.
”Dalam kegiatan tersebut, kita akan banyak mendapat informasi topik kajian termasuk publick health dari pembicara dan partisipan dari 13 negara. Termasuk para dosen dan mahasiswa UMI, juga diharapkan akan sharing penelitian,” kata Hatta Fattah seraya mengatakan, ke depan diharapkan akan terwujud ruang kerjasama
penelitian UMI dengan berbagai lintas negara.
Sementara itu Rektor UMI, Prof Basri Modding mengharapkan melalui International conference ini mendorong para dosen peneliti dan mahasiswa UMI berpartisipasi serta membuat paper.Kajiannya, terutama beraspek issu halal kaitannya jaminan mutu sebuah produk.
Menurut Rektor, kegiatan ini jadi plattform para peneliti,akademisi, khususnya dosen UMI lintas disiplin ilmu dan partisipan dari 13 negara dalam presentasekan hasil penelitiannya dan karya ilmiah. Kolaborasi akan melahirkan ide,gagasan inovatif.
”Kami terus mendorong mahasiswa, dosen dan peneliti berkolaborasi dalam pengembangan sesuai tuntutan dan
kebutuhan masyarakat. Disisi lain publikasi karya ilmiah publikasi karya ilmiah pembicara dan partisipan akan dipublikasikan pada jurnal terindeks scopus,” tandas Basri Modding.
Menyikapi kegiatan skala internasional ini, Ketua Pembina YW UMI, Prof Dr H Mansyur Ramly SE menegaskan, yayasan sangat support. Menuju World Class University, ini merupakan starting point dan akan terus bergulir.
”Jika kini, perguruan UMI secara nasional rangking urutan 64 PTN/PTS terbaik di Indonesia, ke depan diharapkan dengan terus bergulirnya kegiatan-kegiatan ilmiah skala internasional, kelak UMI bukan hanya diperhitungkan secara nasional, tapi juga Internasional. Pasalnya, diyakini pada gilirannya, UMI akan menempati rangking tertentu dalam level Perguruan Tinggi terbaik berkelas dunia,” tandas Mansyur Ramly bernada optimis. (arf).




