Takalar,Upeks.co.id– Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Takalar, Parawangsa, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Takalar meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI).
Apresiasi tersebut diberikan karena predikat WTP dinilai sebagai bentuk pengakuan atas pengelolaan keuangan daerah yang semakin transparan, akuntabel, dan sesuai dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).
Menurut Parawangsa, capaian tersebut menunjukkan bahwa Pemkab Takalar berhasil membangun sistem pengelolaan keuangan yang memenuhi standar pemeriksaan BPK RI.
“Keberhasilan ini tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang pembenahan birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).
Ia menilai salah satu faktor utama yang mendukung keberhasilan tersebut adalah adanya perubahan pola pikir dan budaya kerja aparatur sipil negara menuju birokrasi yang lebih profesional, responsif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Selain itu, penguatan etika dan integritas pegawai juga menjadi aspek penting. Aparatur pemerintah dinilai semakin memahami pentingnya disiplin, tanggungjawab serta pelaksanaan pengelolaan anggaran yang bersih, transparan dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Parawangsa juga menyoroti peningkatan tertib administrasi dan pengelolaan keuangan di lingkungan Pemkab Takalar. Sistem pelaporan dan pertanggungjawaban keuangan disebut semakin sistematis dan terukur sehingga mampu memenuhi standar pemeriksaan BPK RI.
Faktor lainnya adalah sinergi yang baik antara pimpinan daerah, organisasi perangkat daerah (OPD), dan unsur pengawasan internal. Koordinasi yang efektif dinilai mampu memastikan penggunaan anggaran berjalan tepat sasaran dan sesuai regulasi.
Parawangsa berharap, raihan opini WTP tersebut tidak hanya menjadi prestasi seremonial, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus menjaga integritas pemerintahan dan meningkatkan kualitas pelayanan hingga ke tingkat desa.
“Prestasi ini harus dijadikan momentum untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah. Kami berharap budaya disiplin, transparansi, dan etika birokrasi terus dijaga demi kemajuan Kabupaten Takalar,” pungkasnya.(rif)

