MAKASSAR, UPEKS.co.id — Pandemi Covid-19 sejauh ini masih menghantui masyarakat global, khususnya di Indonesia. Apalagi, Pilkada akan digelar serentak pada 9 Desember mendatang.
Koalisi Aktivis Cinta Tanah Air bersama Poros Pemuda Indonesia Sulsel menggelar dialog bertema: Menjaga Harmonisasi Bangsa di Tengah Ujian Covid-19″ di Warkop Alira Cafe, Jalan Boulevard, Sabtu (05/09/2020) tadi.
Pembicara dialog, yakni Dr. Abdul Wahid, MA (Tokoh Agama), Dr.Sakka Pati,SH.MH (Akademisi),
Dr.KH.Kaswad Sartono (Ketua NU kota Makassar), dan Didin Indra Sapurra (Presidium DPP GMNI), serta Ahmad Akbar (Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Sulselbar).
Kapuslitbang Konflik, Demokrasi, Hukum dan Humaniora LPPM Universitas Hasanuddin, Sakka Pati mengatakan hampir seluruh dunia mendapatkan musibah yang berdampak sangat luas. Tentunya, hal ini menjadi persoalan karena masyarakat menilai wabah covid atau corona itu antara ada dan tiada.
“Kondisi pandemi hari ini menjadi suatu tantangan besar bagi negara untuk keluar dari ancaman Covid-19. Dampak covid sangat besar dan sangat luas ,terutama dengan persoalan ekonomi dan politik,” terang Sakka Pati.
Menurutnya, ancaman di wilayah politik bisa sangat terlihat dengan lahirnya berbagai gerakan yang mengancam disharmonisasi bangsa. “Kita tidak ingin melihat adanya perbedaan yang justru semakin melemahkan jalanya pemerintahan hari ini. Kita harus bersama menguatkan pemerintah untuk keluar dari ujian Covid-19,” lanjutnya.
Sementara tokoh agama, Abdul Wahid mengatakan bahwa Covid-19 ini ada plus minusnya. Karena masyarakat tidak sepakat bahwa covid 19 ini ada.
Untuk itu, perlu edukasi yang terus menerus. Jika dikaitkan dengan stabilitas pemerintahan hari ini maka justru seharusnya seluruh elemen bangsa kompak mengatasi masalah covid.
“Kita harusnya kompak bahwa masalah yang dihadapi bangsa hari ini kita harus bersinergi. Tanpa kekompakan maka yakin muncul dirharmonisasi bangsa,” tandasnya.
Presidium GMNI Pusat Didin Saputra mengatakan bahwa GMNI mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga harmonisasi bangsa dan mengecam kelompok yang meronrong kedaulatan bangsa dan ingin memecah persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Sementara Ketua NU Kota Makassar, Dr.KH.Kaswad Sartono menhatakan wabah covid 19 itu ada. Itu dibuktikan dengan Arab Saudi menghentikan umroh dan haji seluruh dunia. Sehingga masyarakat Indonesia, khususnya di Sulsel harus menjaga harmonis di tengah pandemi covid-19 jelang Pilkada.
“Indonesia cukup harmonis. Perbedaan ada dan menghormati perbedaan dan melakukan kerja sama walau beda Pilihan,” tuturnya. (rls)




