ENREKANG,UPEKS.co.id — Selain Julianti peraih nilai tertinggi pada pelaksanaan Ujian SKB di Enrekang terdapat pula nama Israini dan Dahliana.
Julianti yang mendaftar Formasi Apoteker ini meraih skor 430, sementara Israini yang juga mendaftar pada jurusan Apoteker meraih skor 420.
Di hari kedua sesi kedua tercatat nama Dahliana dari Masamba, Lutra yang berhasil menyelesaikan soal-soal di menit ke 40 dari 90 menit waktu yang disiapkan oleh panitia. Dahliana meraih skor 410.
Meski sebelum mengikuti tes SKB Dahliana (30) yang mendaftar Jabatan Penyuluh Pertanian terpaksa harus menjalankan pemeriksaan Rapid Tes karena suhu tubuhnya mencapai 37,8 derajat.
Meski hasil Rapid Tesnya Non Reaktif Dahliana tetap ditempatkan di ruang khusus seorang diri, namun tak mematahkan semangat untuk membuktikan kemampuannya menyelesaikan soal-soal dengan baik.
Sambil meneteskan air mata, anak keempat dari lima bersaudara putri pasangan Ibu Pati dan Pak Muhiddin ini mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh panitia. Dia salut dengan panitia yang sangat respek dengan kondisi peserta ujian.
“Termasuk istimewa sih, karena saya mengikuti tes ditempat terpisah dari peserta yang lain. Saya bersyukur karena dengan adanya ujian itu justru saya bisa mengambil hikmahnya. Saya tidak menyangka nilai saya sampai setinggi ini”. kata Dahliana sambil terisak.
Dia mengatakan kunci keberhasilannya adalah banyak berdoa dan terus belajar. Sebelum pengumuman ujian dirinya rajin buka-buka materi dan pada saat jadwal tes SKB itu diumumkan Dahliana sudah mempersiapkan diri untuk ikut tes. Intinya harus dibarengi dengan banyak-banyak berdoa.
Di balkon ruang pola Bupati Enrekang yang merupakan ruang khusus bagi peserta yang suhu tubuhnya diatas 37 derajat, Dahliana membuktikan mampu menyelesaikan seluruh soal-soal yang diberikan kepadanya dengan baik hanya dalam waktu 40 menit.
“Sisa waktu saya 50 menit, tapi saya pakai revisi soal- soal yang sudah saya kerjakan dan saya tutup di sisa menit ke 22”. Kata gadis yang sudah 10 tahun jadi tenaga Honorer di Kantor DP2KB Masamba ini.
Keponakan dari salah satu Anggota DPRD Kabupaten Enrekang ini juga tidak menyangka jika dirinya mampu menyelesaikan soal secepat itu dan meraih nilai 410. Untuk itu dia berterima kasih kepada panitia yang tetap memberi ruang baginya untuk mengikuti tes SKB.
“Justru saya sangat berterima kasih kepada Panitia yang sudah memperlakukan saya dengan baik meski suhu tubuh saya agak tinggi ada perlakukan khusus panitia yang sangat respek untuk mengantisipasi agar teman-teman lain yang juga ikut tes tidak tertular. Terima kasih banyak kepada Panitia bukan karena peroleh nilai saya tapi perlakuan panitia yang sangat baik sebelum saya masuk ke ruang ujian’. Ujarnya.
Dahliana mengakui mungkin suhu tubuhnya naik karena kelelahan menempuh perjalanan yang cukup jauh. “Saya berangkat dari Masambah jam13.00 siang dan baru tiba di Enrekang jam 12.00 malam. Mungkin karena capek atau kelelahan saja”. Jawabnya. (Sry)




