Keluarga Pasien Covid-19 Merasa Dirugikan, DPRD Akan Panggil Pihak RSUD Maspul Enrekang

  • Whatsapp
Keluarga Pasien Covid-19 Merasa Dirugikan, DPRD Akan Panggil Pihak RSUD Maspul Enrekang

Keluarga Pasien Covid-19 Merasa Dirugikan, DPRD Akan Panggil Pihak RSUD Maspul Enrekang

ENREKANG,UPEKS.co.id — Terkait keluhan Keluarga pasien terkonfirmasi positif Covid-19 kasus ke – 95  Kabupaten Enrekang yang merasa dirugikan oleh pihak RSUD Massenrempulu, salah satu Anggota DPRD Kabupaten Enrekang Hawa,S. Pd terpaksa Angkat bicara.

Bacaan Lainnya

Anggota Komisi I DPRD Enrekang dari Fraksi Nasdem ini berjanji akan segera melakukan klafirikasi dan  memanggil pihak terkait untuk melakukan Heiring. Menurutnya, meski tugas Pansus Covid-19 sudah berakhir  bukan berarti DPRD tidak bisa lagi memanggil Tim Satgas Penanganan Covid-19 jika memang ada keluhan
masyarakat terutama jika menyangkut pelayanan di RSUD.

” Tapi saya harus konfirmasi dan klarifikasi dulu ke RSUD Maspul bagaimana kejadian sebenarnya terkait keluhan  Keluarga pasien tersebut. Tapi tetap akan kita panggil apalagi akhir-akhir ini kasus Covid-19 kembali melonjak,  meskipun Tugas Pansus sudah berakhir tetapi sebagai anggota DPRD kita harus merespon setiap keluhan  masyarakat”. Kata Hawa.

Dia mengatakan memang pihaknya berencana akan memanggil TG Covid-19 terkait Anggaran yang belum jelas  berapa jumlah yang telah digunakan oleh Tim Gugus Tugas. Laporan penggunaan anggaran tersebut belum  diterima pertanggungjawabannya oleh Tim Pansus Covid-19 DPRD.

Perlu diketahui sebelumnya keluarga SY (71), pasien terkonfirmasi positif Covid-19 meminta klarifikasi pihak  RSUD Maspul terkait dua hal yakni keterangan hasil pemeriksaan RT-PCR Swab SY yang dikeluarkan oleh pihak  RSUD yang menggunakan KOP Surat RSUD Maspul dan ditandatangani oleh salah satu dokter yang bertugas di
laboratorium RSUD Maspul.

Kedua Keluarga SY tidak terima atas keterangan yang dikeluarkan pihak rumah sakit Enrekang yang menyebutkan  inisial SY dilarikan ke IGD RSUD Maspul dengan keluhan batuk,demam,lesu, sakit kepala,mual dan muntah.

Karenanya pihak keluarga pasien merasa dirugikan karena akibat keterangan tersebut pasien setibanya di rumah  sakit rujukan Covid-19 Makassar harus sekamar dengan pasien yang mengalami sesak nafas,batuk dan demam.

” Bapak saya tidak mengalami semua yang ada dalam surat keterangan itu saat kami bawa kerumah sakit bahkan  suhu tubuhnya 37 bukan 38 derajat. Bapak saya dibawa kerumah sakit karena penyakit stroke yang sudah lama  dialami. Kami merasa dirugikan dan nama keluarga kami tercemar”. Kata salah satu anak SY.

Untuk itu, Hawa mengatakan semua yang menjadi keluhan masyarakat tetap harus ditanggapi. Apalagi jika itu sudah menyangkut data pasien yang disinyalir dipermainkan dan menyangkut mutu pelayanan.

“In Shaa Allah,tetap akan kami sikapi dan kami akan melakukan klarifikasi terkait hal itu. Dalam waktu dekat kami upayakan akan memanggil pihak rumah sakit”. Kata Hawa. (Sry)

Pos terkait