Penyidik Gakkum KLHK Digugat Praperadilan

  • Whatsapp
Penyidik Gakkum KLHK Digugat Praperadilan

Penyidik Gakkum KLHK Digugat Praperadilan

MAKASSAR, UPEKS.co.id –Penyidik Penegak Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan  (KLHK) wilayah Sulawesi, digugat praperadilan oleh pemilik Perusahan PT Tompo Dalle, Tauphan Anzar Nur.

Bacaan Lainnya

Tauphan Anzar praperadilankan penyidik Gakkum KLHK melalui Tim Kuasa Hukumnya. Gugatan praperadilan itu  layangkan Tauphan Anzar atas penetapan tersangka pengrusakan sejumlah pohon mangrove pada pertengahan  Juli lalu.

Kuasa Hukum Taufan, Gazali Abd Rachman SH mengatakan, dalam perkara tersebut pada dasarnya kliennya  sudah mendapatkan sanksi berupa reboisasi dari Pemerintah Kota Makassar. Utamanya dari Dinas Lingkungan  Hidup. Namun Gakkum KLHK mengabaikan itu dan menetapkan Taufan sebagai tersangka.

“Jadi klien saya sudah sangat kooperatif dan sudah menjalankan sanksi dari Pemkot, reboisasi sudah dilakukan  meski pada dasarnya Mangrove yang ditebang tersebut berada diatas lahan milik pak Taufan, itu bisa dibuktikan  dengan sertifikat hak milik dari Badan Pertanahan Nasional, ” kata Gazali, Senin (3/8/20).

Lebih jauh sekaitan dengan praperadilan yang dilayangkan, Gazali menilai penyidik Gakkum KLHK melabrak pasal  184 KUHAP. Dimana penetapan tersangka Taufan tidak memenuhi dua alat bukti yang mencukupi.

“Ini yang sangat disesalkan, penetapan tersangka kami rasa tidak memenuhi dua alat bukti yang mencukupi.  Apalagi kami ketahui dalam penyelidikan dan penyidikan mereka hanya mengejar bukti pengakuan dari saksi-saksi  dan tidak memiliki bukti material sebagaimana yang seharusnya,” terangnya.

Gazali menyebut, pihaknya juga sangat berkeberatan lantaran dalam penetapan tersangka kliennya dituduh  melakukan tindak pidana. Padahal robohnya mangrove tersebut berada diatas lahan milik bersertifikat yang  dikuasai kliennya.

“Itu hak milik. Dimana tindak pidananya kalau pohon yang roboh di lahan sendiri. Makanya kami pikir ini terkesan  dipaksakan,” sebutnya sambil memperlihatkan sertifikat hak milik lahan tersebut.

Diketahui sebelumnya, Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup Wilayah Sulawesi memang menetapkan Direktur  PT Tompo Dalle, Taufan Ansar sebagai tersangka kasus pengrusakan lingkungan, penebangan mangrove di area  hutan mangrove terakhir Kota Makassar dibilangan Lantebung, Tamalanrea.

Taufan dianggap melanggar Undang Undang Lingkungan Hidup, dimana penyidik Gakkum menemukan adanya  bukti penebangan pohon mangrove dengan menggunakan alat berat berupa eksapator di lokasi yang dikuasai  Taufan Ansar. (Jay)

Pos terkait