JNE Berkurban dan Meng-online-kan 30 Panti Asuhan dalam Idul Adha 1441 H 

JNE Berkurban dan Meng-online-kan 30 Panti Asuhan dalam Idul Adha 1441 H 

JNE Berkurban dan Meng-online-kan 30 Panti Asuhan dalam Idul Adha 1441 H 

MAKASSAR.UPEKS.co.id—DI tengah pandemic covid-19, Idul Adha 1441 H diperingati dengan cara yang berbeda  dimana masyarakat harus mentaati penerapan prosedur protokol kesehatan. Masyarakat pun banyak yang  mengalami kesulitan ekonomi karena terkena dampak pandemi ini.

Bacaan Lainnya

Untuk itu, semangat JNE dalam berkurban kali ini pun tidak berkurang, bahkan meningkat dengan bertambahnya  jumlah hewan kurban di seluruh Indonesia dibanding tahun lalu mengingat kondisi sekarang.

Tahun ini, JNE membagikan sebanyak 272 hewan kurban yang terdiri dari 106 ekor sapi dan 166 ekor kambing, di  59 kota dimana kantor-kantor JNE berada di seluruh Indonesia. Di Jakarta tempat dimana kantor pusat JNE  berada, total sebanyak 48 ekor sapi dan 36 ekor kambing dikurbankan.

Sebagian diantaranya dikurbankan dalam acara #TIKIJNEIdulAdhaBareng kemarin (31/7) di Yayasan Taman
Yatim Piatu & Tuna Netra (Yatuna) Suprapto Suparno yang didirikan oleh pendiri JNE di Jl. Pusdiklat  Depnaker, Kec. Makasar, Jakarta Timur.

Presiden Direktur JNE, M Feriadi, mengatakan, semangat mengantarkan kebahagiaan sesuai tagline Connecting  Happiness harus terus diwujudkan dan Idul Adha merupakan momentum yang sangat baik untuk berbagi serta  membantu sesama, apalagi di saat pandemic covid-19.

“Dengan semangat berkurban dan doa dari seluruh masyarakat, kita semua berharap kondisi pandemi ini dapat  segera berakhir serta kita dapat kembali berkumpul merayakan Idul Adha selanjutnya dalam kondisi yang lebih baik,” tutur Feriadi, dalam rilisnya ke Upeks, Rabu (5/8/2020).

Seluruh daging kurban ini dibagikan kepada ribuan kaum dhuafa dan yatim piatu, antara lain masyarakat di sekitar  kantor pusat mau pun cabang JNE di 59 kota.

Begitu juga dengan masyarakat di sekitar tempat pemotongan hewan kurban JNE di Jakarta, seperti di Balai Kota DKI Jakarta, kantor Walikota Jakarta Barat, Yayasan Taman Yatim Piatu & Tuna Netra (Yatuna) Suprapto Suparno, Masjid Jami Soeprapto Soeparno,  Masjid Al Makmur Cikini, Dadap, Masjid Slipi, Jalan M1 Bandara Soetta dan di 22 lokasi lainnya yang bekerjasama
dengan pihak kepolisian.

Selain turut membantu masyarakat untuk tetap berkecukupan pangan dengan membagikan daging kurban, JNE  pun berkomitmen untuk mendorong anak-anak yatim piatu dan kurang mampu agar dapat tetap belajar selama  masa pandemi ini. Seperti yang kita ketahui bersama, saat ini pemerintah memberlakukan pembelajaran jarak jauh  (PJJ) dengan metode daring.

Oleh karena itu JNE, menjelang usianya yang ke-30 tahun pada November 2020 yang akan datang, jugamembagikan 145 unit komputer beserta 30 printer dan jaringan internet untuk anak-anak yatim piatu yang tersebar di 30 panti asuhan di DKI Jakarta.

Program ini dimulai bersamaan dengan peringatan Idul Adha lalu dan ditargetkan selesai dalam 3 bulan ke depan.

Dalam menyemarakan peringatan Idul Adha 1441 H, JNE juga mengadakan kuis yaitu #GameSiJoni melalui akun
official resmi JNE di Instagram yaitu @jne_id.

Periode kuis dimulai dari sejak 22-25 Juli 2020 dan telah terpilih 3 orang pemenang, yang masing-masing berasal  dari Bandung, Jambi, dan Lampung. Setiap pemenang mendapatkan hadiah masing-masing 1 ekor kambing kurban, dan mereka pun dapat berbagi kebahagiaan kepada lingkungan sekitar.

Feriadi menjelaskan, prinsip berbagi yang ditanamkan oleh pendiri JNE, Alm. H. Soeprapto Soeparno akan terus  dijalankan dalam situasi mau pun kondisi apa pun.

Pak Prapto menekankan prinsip bersedekah. Berbagi dengan
karyawan dan masyarakat sekitar merupakan kewajiban yang harus terus dilakukan.

”Apalagi dalam kondisi pandemic covid-19, mengembangkan kapabilitas perusahaan dan mendukung ekosistem  melalui kolaborasi serta berbagi menjadi salah satu solusi agar berbagai tantangan dapat teratasi,” tuturnya.

Rasa syukur juga dirasakan manajemen dan karyawan JNE karena dapat terus beroperasi di tengah pandemic covid-19 dengan penerapan prosedur protokol kesehatan secara ketat.

“Terima kasih atas dukungan semua pihak dan pemerintah sehingga JNE dapat terus melayani untuk memenuhi  kebutuhan pengiriman semua pelanggan. JNE juga bersyukur di tengah kondisi saat ini tidak melakukan  pengurangan karyawan atau PHK dan tetap dapat memberikan hak-hak karyawan sepenuhnya,” tutup Feriadi.  (suk).

Pos terkait