SULAWESI SELATAN

Satu lagi, Pelaku Pengalihan Kendaraan Jaminan Fidusia Milik PT ArthaAsia Finance Dipidana Penjara

Satu lagi, Pelaku Pengalihan Kendaraan Jaminan Fidusia Milik PT ArthaAsia Finance Dipidana Penjara

Saminoto Kartini SH MH, Sr Manager Legal Asia Finance

Makassar, Upeks—PT ArthaAsia Finance (AAF) mengapreasi kinerja pihak kepolisian di Polda Sulawesi Selatan, dan Majelis Hakim Ketua, Muhammad Asri SH MH, Hakim Anggota Ristanti Rahim SH MH dan Rusdhiana Andayani SH MH di PN Sungguminasa dalam perkara nomor 136/Pid.B/2020/PN Sgm, serta Penuntut Umum, Arifuddin Achmad, SH, MH dan Anita Arsyad SH, yang telah mengadili terdakwa Muh Idham DG Marewa bin Jamaluddin.

Dakwaan tersebut terjadi lantaran yang bersangkutan dalam perkara pengalihan objek jaminan fidusia. Muh Idham pun divonis pidana penjara selama 2 tahun dan denda sebesar Rp25.000.000, subsider penjara 3 bulan

Untuk diketahui, terdakwa telah mengalihkan satu buah unit kendaraan merk Isuzu NKR 71CC+ dump, tahun 2016, warna putih nopol DD 8894 YB kepada pihak lain.

Atas perbuatan tersebut, pihak PT AAF Cabang Makassar telah melaporkan debitur Muh Idham Marewa ke Polda Sulsel. Karena mengalihkan satu unit kendaraan Jaminan objek fidusia kepada pihak lain tanpa persetujuan PT AAF. Mobil tersebut diketahu masih dalam posisi menunggak pembayaran cicilan

Menyikapi putusan tersebut, Kepala Cabang Makassar PT AAF, Arie Fatriansyah melalui Divisi Legal, Saminoto Kartini SH MH mengatakan, kasus pengalihan kendaraan seperti yang dilakukan debitur Muh Idham Marewa sudah sering kali terjadi.

“Beberapa kasus telah di proses hukum,” beber Saminoto Kartini.

Selain itu, dikatakan dia ada beberapa debitur yang telah melakukan hal yang sama. PT. AAF pun sudah melaporkannya ke pihak yang berwajib untuk di proses hukum

“Kami berharap, dengan adanya putusan dari pengadilan terkait pengalihan kendaraan yang masih berstatus kredit, kedepan para debitur PT. AAF tidak lagi mengalihkan kendaraan yang berstatus kredit tanpa sepengetahuan pihak PT AAF,” tambahnya.

Dia pun menghimbau, bagi debitur yang saat ini sudah dikategorikan cidera janji (wanprestasi), agar segera datang ke kantor PT. AAF.

“Segera datang ke kantor kami, untuk menyelesaikan kewajibannya sesuai isi perjanjian kontrak yang telah disepakati. Agar terhindar dari masalah hukum dan black list PT. AAF ataupun BI checking/SLIK,” pungkasnya. (*)

#TRENDING

To Top