Satu Keluarga Dilindungi oleh JKN-KIS

  • Whatsapp

Satu Keluarga Dilindungi oleh JKN-KIS

 

Bacaan Lainnya

Toraja Utara, Upeks.co.id- Memasuki tahun ketujuh program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), pemerintah melalui BPJS Kesehatan terus berkomitmen untuk memberi jaminan kesehatan bagi masyarakatnya lewat segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI). Adapun segmen ini terbagi menjadi dua yakni PBI APBD yang dibiayai oleh Pemerintah Daerah dan PBI APBN yang dibiayai oleh Pemerintah Pusat. Saat ini Pemerintah melalui APBN menanggung iuran JKN-KIS bagi sekitar 96 juta penduduk miskin dan tidak mampu dan sekitar 37 juta penduduk ditanggung iurannya melalui APBD.

Salah satu peserta PBI APBN diantaranya adalah Ernawati. Ernawati dan kedelapan anggota keluarganya adalah penerima Bantuan Iuran APBN dari pemerintah yang berdomisili di Baruppu, Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Saat ditemui di Rumah Sakit Pongtiku Toraja Utara tepatnya di kamar bersalin rupanya ia baru saja menjalani satu proses yang tidak ia sangka akan terjadi yakni kuret. Ernawati yang tadinya tengah mengandung calon anak ketiganya rupanya harus menjalani salah satu proses pahit dihidupnya. Dokter mendiagnosa janin yang dikandungnya tak berkembang dan harus segera dikeluarkan.

Tidak banyak yang mampu ia ceritakan pada saat itu dikarenakan kondisi yang masih sangat lemah pasca kuret, namun sang ibu yang mendampingi mengucapkan terima kasih karena bisa ditanggung oleh pemerintah.

“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah yang sudah memasukkan kami sebagai peserta penerima bantuan. Entah berapa biaya yang harus kami keluarkan jika tidak menjadi peserta apalagi seperti saat ini, dua anak saya yang bersamaan dirawat inap,” ucap syukur sang Ibu.

Rupanya di kamar perawatan kelas tiga pun tampak sang adik, Ratnasari sementara terbaring dengan infus yang masih terpasang. Ketika ditemui oleh tim Jamkesnews  terlihat wajah sumringah dari wajahnya dengan kondisi yang sudah membaik. Ia yang menjalani perawatan karena maag pun ternyata pernah juga dioperasi usus buntu dan semuanya dibiayai oleh Program JKN-KIS.

Tak hanya itu saja, tim jamkesnews yang pada saat itu mengikuti kegiatan petugas Pemberian Informasi dan Penanganan Pengaduan (PIPP) yang melaksanakan survey kepuasan peserta juga menanyakan seputar kualitas pelayanan yang diperoleh di FKRTL terkait.

“Jadi disini kami tidak hanya berkunjung, kami juga melaksanakan survey kepuasan peserta. Jadi nantinya jika ada masukan atau pengaduan dari peserta terkait pelayanan yang diterima maka akan disampaikan langsung ke pihak manajemen rumah sakit untuk ditinjau lebih lanjut,” ujar Sri Astuti. (Jamkesnews)

Pos terkait