ANEKA

Kapolres Pasangkayu Press Release Kasus Penipuan dan atau Penggelapan

Kapolres Pasangkayu Press Release Kasus Penipuan dan atau PenggelapanKapolres Pasangkayu Press Release Kasus Penipuan dan atau Penggelapan

PASANGKAYU, UPEKS.co.id – Kapolres Pasangkayu AKB Leo H. Siagian, didampingi Kasat Reskrim AKP Pandu  Arief Setiawan S.H, KBO Sat Reskrim Ipda Pujiono dan Ps.Kanit Pidum Bripka Dominggus memimpin Press  Release kasus dugaan tindak pidana Penipuan dan atau Penggelapan dengan Tsk Lk.A (44 th) dan Pr.M (40 th),  di lapangan Apel Corona Polres Pasangkayu.Senin Siang (6/7/2020).

Kedua Tersangka adalah suami istri yang telah menjalankan aksinya sejak tahun 2017 dengan cara mengajak  korban untuk berbisnis jual beli beras dengan menawarkan Fee (Keuntungan) sebesar 10 Persen sampai 15 Persen setiap bulannya dengan pembayaran jangka waktu paling lama 20 Hari.

Menurut AKBP Leo, tersangka mengajak korban untuk berbisnis jual beli beras dengan menawarkan fee atau  keuntungan sebesar 10 Persen sampai 15 persen setiap bulannya dengan berpura-pura memiliki kontrak dengan  salah satu perusahaan di pasangkayu untuk menyuplai beras keperusahaan tersebut.

Selanjutnya uang korban diputar untuk menutupi fee dari korban lain dan sebahagian digunakan untuk keperluan pribadi mereka.

“Adapun motif dari tersangka adalah ingin mendapatkan keuntungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari  dengan modus menawarkan tanam modal, kemudian dari modal tersebut diberikan kepada korban untuk  memancing korban menanam modal lebih besar, padahal bisnis yang ditawarkan tidak sesuai perjanjian dan juga  fiktif,”ungkap AKBP Leo

AKBP Leo juga menjelaskan, Setelah mengumpulkan uang yang cukup besar dari para korban, akhirnya kedua  tersangka melarikan diri dan berhasil ditangkap 2 minggu kemudian. Dari tangan tersangka Penyidik menyita barang bukti berupa 1 Unit Mobil Honda CR-V warna hitam, 1 unit daihatsu Ayla warna merah, 1 unit mobil  daihatsu Terios warna silver dan beberapa barang bukti lainnya.

“Kedua tersangka kami jerat dengan Pasal 378 KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) KUHP Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHPidana  dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara, dimana tersangka dilaporkan oleh 8 orang dengan total modal yang masuk sebesar Rp 6 miliar lebih,” tuturnya.(Alimukhtar)

#TRENDING

To Top