Rumah Ibadah di Kolaka Bakal tak Sepi Lagi

  • Whatsapp
Rumah Ibadah di Kolaka Bakal tak Sepi Lagi

Rumah Ibadah di Kolaka Bakal tak Sepi Lagi

KOLAKA, UPEKS.co.id—Rumah Ibadah bakalan tidak sepi lagi, pasalnya Pemda Kolaka Gugus tugas(Gustas)  percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara (Sultra) mengeluarkan Instruksi nomor  338/002/C-19/2020 tentang prakondisi penyelenggaraan kegiatan keagamaan di rumah ibadah di masa pandemi Covid-19.

Bacaan Lainnya

Instruksi Bupati ini sebagai tindak lanjut dari surat edaran Menteri Agama RI nomor 15 tahun 2020 tentang  panduan penyelenggaraan kegiatan keagamaan di rumah ibadah dalam mewujudkan masyarakat produktif dan aman Covid dimasa pandemi dan rekomendasi Tim pakar Gustas Covid-19 pusat.

Serta hasil perhitungan indikator kesehatan masyarakat Kabupaten Kolaka pada(23/6/20) dengan kategorisasi  zona kuning/zona rendah. Maka diperlukan upaya prakondisi untuk mempersiapkan penyelenggaraan kegiatan  keagamaan di rumah ibadah sesuai ketentuan.

Untuk itu diinstruksikan kepada seluruh jajaran Gustas Covid-19 Kabupaten Kolaka untuk melakukan sosialisasi.

Dalam pertemuan yang berlangsung di aula Sasana Praja Pemda Kolaka pada(2/7/20) yang dipimpin oleh Asisten I Setda Kolaka H Muh Bakri mewakili Bupati Kolaka, Kabag Kesra Seyda Kolaka H Andi Panguriseng, Ketua Majelis Ulama Indonesia Kab Kolaka, Ketua Nahdatul Ulama Kolaka, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama
(FKUB) para Camat se Kab Kolaka dan Humas Gustas Covid-19 Kolaka.

Dalam kesempatan itu Bakri mengungkapkan bahwa setiap rumah ibadah wajib membentuk Satgas dalam  pelaksanaan ibadah untuk mengatur serta memastikan setiap orang yang datang beribadah mematuhi aturan  protokol kesehatan.

Satuan tugas ini kata Asisten akan bertanggungjawab serta melaporkan terhadap seluruh kegiatan pendampingan  kepada Gustas Covid 19 Kabupaten Kolaka.

Selain itu kata Bakri setiap pengurus rumah ibadah harus  menyiapkan petugas untuk melakukan pengawasan protokol kesehatan, melakukan pembersihan secar berkala,  membatasi jumlah pintu keluar masuk di rumah ibadah.

“pengurus rumah ibadah juga diwajibkan menyediakan fasilitas cuci tangan dan menyediakan alat pengukur Suhu.  Dan Pemda tidak memberlakukan pembatasan peserta peribadatan di rumah ibadah. Namun peserta ibadah tetap  menerapkan social distancing, menjaga jarak mi imal satu meter dan itu wajib dilakukan,”ungkap Asisten.(pil)

Pos terkait