Kasus 1 Anggota DPRD Lutra Positif: Menarik 11 Dewan Minta Swab Test Mandiri dan 2 di Rapid Test, 11 Dewan Belum Dirapid Test

  • Whatsapp
Kasus 1 Anggota DPRD Lutra Positif: Menarik 11 Dewan Minta Swab Test Mandiri dan 2 di Rapid Test, 11 Dewan Belum Dirapid Test

LUTRA, UPEKS.co.id – Dengan adanya satu anggota DPRD Lutra terkapar positif Virus Corona, sejumlah anggota DPRD Kabupaten Luwu Utara (Lutra) Sulawesi Selatan (Sulsel) menjalani rapid test, Rabu (8/7/2020). Hasil dari rapid test di gedung DPRD Lutra tersebut, ada 3 orang staf Setwan yang reaktif.

Juru Bicara (Jubir) penanganan COVID-19 Kabupaten yang berjuluk Bumi Lamaranginang, I Komang Krisna mengatakan, masih ada 11 anggota DPRD Lutra yang belum mengikuti rapid test.

Bacaan Lainnya

” Tujuan dari rapid test untuk anggota DPRD dan staf setwan Lutra adalah untuk menindak lanjuti kasus positif salah satu anggota DPRD dari daerah pemilihan 4 Lutra dalam mencegah sebaran Covid-19 dari kasus yang positif tersebut di Bumi Lamaranginang julukan Luwu Utara,” terang Jubir percepatan penanganan Covid-19, I Komang Krisna pada media ini melalui via jejaring WhatsApp, Rabu (8/7) malam.

Menariknya ada 12 anggota DPRD yang meminta langsung untuk dilakukan Swab Test secara mandiri dan 2 anggota DPRD dirapid tes. Dari ke 35 Anggota DPRD Lutra masih ada 11 orang anggota DPRD yang belum di rapid test.

“Dari hasil rapid test staf di Sekretariat DPRD (Setwan) diperiksa berjumlah 23 orang dan 3 orang staf setwan dinyatakan reaktif langsung dilakukan pengambilan spesimen swab hidung dan tenggorokan untuk dilakukan uji Polymerase Chain Reaction (PCR) di Balai Besar Laboratorium Kesehatsn (BBLK) Makassar.

Selain itu, gedung DPRD Kabupaten Lutra sudah disemprot disinfektan oleh anggota Palang Merah Indonesia (PMI) Lutra.. Sementara orang yang pernah kontak erat dengan anggota DPRD yang positif juga akan ditracking bersama yang 3 staf setwan yang reaktif.

“Meski baru dilakukan rapid test 2 orang anggora DPRD dan 12 orang anggota DPRD minta langsung Swab Test secara mandiri dan masih 11 anggota Dewan belum di rapid test dan hanya 3 orang staf Setwan yang reaktif, namun kewaspadaan tetap dilakukan sambil menunggu hasil tes swab pegawai staf yang reaktif,” tandas I Komang Krisna.

Rapid test sendiri merupakan tes untuk mendeteksi keberadaan antibodi pada tubuh seseorang. Biasanya dilakukan untuk skrining awal penularan COVID-19.

Jika seseorang menunjukkan hasil reaktif Covid-19, ini berarti antibodi untuk melawan virus dalam tubuhnya sudah terbentuk. Artinya orang tersebut pernah terpapar virus.

Namun untuk mengetahui apakah virus yang menginfeksi orang tersebut adalah virus Corona, maka memerlukan konfirmasi melalui Test Swab. Berbeda dengan Rapid Test, Swab Test ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan virus Corona dalam tubuh seseorang.

Sehingga apabila terinfeksi virus Corona, maka Swab Testnya dinyatakan positif Covid-19. Seseorang dinyatakan terkonfirmasi positif Corona apabila hasil swab test-nya positif.

Apabila hanya reaktif Covid-19 berdasarkan Rapid Test, orang tersebut belum tentu positif Corona. Karena bisa saja antibodi yang terbentuk dalam tubuh orang tersebut berguna untuk melawan virus lain selain Corona.

“Sementara itu juga melalui via jejaring WhatsApp-nya, Kepala Dinas (Kadis) Perdagangan Perindustrian Koperasi Usaha Kecil Menengah (P2KUKM) Lutra, Drs.H. Kasrum Patawari, M.Si menulis via WhatsApp bahwa, di pasar Belawa Kecamatan Malangke dilakukan juga rapid test pada pedagang dan pembeli/pengunjung pasar ada 124 orang di rapid test dan hasilnya satu juga orang reaktif dan langsung diambil spesimen Swab hidung dan tenggorokan,”jelas Kadis P2KUKM, Kasrum Patawari.

Sekadar diketahui untuk pemeriksaan rapid test di masifkan di pasar-pasar tradisionil di Bumi Lamaranginang, memang menjadi komitmen Bupati Lutra Indah Putri Indriani, dalam upaya mempercepat penanganan sebaran virus corona. (yustus)

Pos terkait