DPRD Muna Barat Kunjungi Dinas Koperasi dan UKM Kolaka

  • Whatsapp
DPRD Muna Barat Kunjungi Dinas Koperasi dan UKM Kolaka

DPRD Muna Barat Kunjungi Dinas Koperasi dan UKM Kolaka

KOLAKA,UPEKS.co.id—Anggota DPRD Kabupaten Muna Barat (Mubar) Sulawesi Tenggara (Sultra) kunjungi di  Dinas Koperasi dan UKM Kolaka Sultra, Rabu (8/7/20).

Bacaan Lainnya

Rombongan tujuh orang dipimpin Wakil Ketua DPRD Mubar H.Uking DJassa, dan diterima oleh Kadis Koperasi dan UKM Kolaka I Nyoman Suastika.

Nyoman yang ditemui media ini di ruang kerjanya pada(8/7/20) usai menerima kunjungan anggota dewan Mubar, mengungkapkan kunjungan rombongan anggota dewan Mubar sebanyak tujuh orang dipimpin langsung oleh  Wakil Ketuanya.

Tujuannya untuk melihat langsung kondisi pembinaan Koperasi dan UKM di Kabupaten Kolaka, serta tingkat  perkembangan dan pertumbuhan dunia usaha khususnya koperasi dan UKM.

“Jadi kedatangan rombongan anggota dewan Mubar ini untuk melihat langsung kondisi pembinaan koperasi dan  UKM di Kabupaten Kolaka,”ungkap Nyoman.

Dihadapan anggota dewan Mubar menjelaskan bahwa dalam melakukan pembinaan UKM dan Koperasi Pemda  Kolaka melalui Dinas Koperasi dan UKM bersungguh-sungguh melakukan pembinaan.

Dalam situasi pandemi  Covid-19 ini Pemda Kolaka telah mengalokasikan anggaran stimulan sebesar Rp 5 miliar untuk menghidupkan  Koperasi dan UKM yang terdampak Covid-19.

Dikatakannya bahwa dihadapan anggota dewan Mubar, ia menyampaikan selaku instansi pembina Koperasi dan  UKM pihaknya juga menfasilitasi produk-produk UKM maupun Koperasi untuk dimasukkan di pasar modern  seperti Alfamidi dan perhotelan. A

“Kami sudah melakukan kerjasama dengan semua Alfamidi dan perhotelan untuk memasarkan produk-produk  UKM,”kata Kadis.

Lanjutnya rombongan anggota dewan Mubar mendatangi Dinas Koperasi, bahwa pada prinsipnya mereka ingin mengetahui mekanisme kerja dalam melakukan pembinaan koperasi dan UKM sehingga bisa tetap eksis sampai  saat ini.

Nyoman menambahkan bahwa dana stimulan sebesar Rp 5 miliar ini diperuntukkan bagi sekira 700 san UKM dan Koperasi yang terdampak Covid-19, maksimum Rp 10 juta setiap UKM dan Koperasi.

“Untuk menghidupkan perekonomian khususnya koperasi dan UKM,”ujar Nyoman.(pil).

Pos terkait